alexametrics

Pembunuh Satpam Focus Nusantara Sempat Pura-Pura Numpang Menginap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rismantoro, 24, pelaku perampokan disertai pembunuhan yang dibekuk anggota Jatanras Polda Jateng, Selasa (29/3) lalu, ternyata sudah merencanakan aksinya dengan matang. Sebelum merampok toko kamera Focus Nusantara di Jalan Diponegoro, Lempongsari, Gajahmungkur, ia lebih dulu berpura-pura menginap di lokasi kejadian.

Bahkan, tersangka sempat ngobrol dan merokok dengan korban Supriyono, 38, warga Jalan Lempongsari I RT 03 RW 02, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Setelah membunuh penjaga malam itu dengan sadis, warga Dukuh Dakah RT 02 RW 04 Desa/Kecamatan Karangsambung, Kebumen ini masuk ke dalam toko dan membawa kabur sejumlah kamera berharga mahal.

Tersangka perampokan disertai pembunuhan ini akhirnya berhasil diringkus anggota Jatanras Polda Jateng, Selasa (29/3) siang, kurang lebih tujuh sampai delapan jam setelah jazad korban ditemukan sekitar pukul 06.00 pagi. Rismantoro diringkus tanpa perlawanan di rumahnya di Karangsambung, Kebumen. Ia kabur ke Kebumen setelah melakukan aksinya.

“Tersangka kabur naik sepeda motor Honda Supra X warna merah nopol AA 5781 XD ke kampung halamannya,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombespol Djuhandani Rahardjo Puro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/3).

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, tersangka masuk ke dalam toko Focus Nusantara setelah menghabisi nyawa penjaga malam Supriyono. Setelah melakukan pembunuhan, tersangka masuk ke toko kamera melalui jalan belakang menggunakan tangga, dan menjebol eternit. Tersangka sudah menyiapkan peralatan yang dikemas dalam tas ransel. “Tersangka meninggalkan barang bawaan yang digunakan mencuri, seperti gas dan alat las,” jelasnya.

Berdasarkan rekamanan CCTV di dalam toko Focus Nusantara, tersangka di dalam toko sekitar pukul 03.16. Aksinya tidak lama. Pada pukul 03.21, terlibat tersangka masih membuka-buka tas kamera. Dia berhasil membawa kabur kurang lebih lima kamera. “Saat mengambil kamera, tersangka terekam CCTV di dalam toko. Hal itu tidak disadari tersangka,” katanya.

Baca juga:  Predator Anak Kandung di Salatiga Divonis 15 Tahun Penjara

Djuhandani menambahkan, tersangka juga membawa kabur handphone korban. Handphone itu kemudian dibuang di aliran sungai di kawasan Jalan Kelud, Gajahmungkur. Untuk menghilangkan jejak, tersangka kabur ke kampung halamannya di Kebumen. Namun di tengah perjalanan, tersangka sempat menjual beberapa kamera hasil kejahatannya. “Kita sudah amankan semua barang bukti hasil kejahatan. Walaupun sempat dijual oleh tersangka, namun kami berhasil mendapatkannya kembali,” ujarnya.

Sayangnya, Djuhandani belum bersedia membeberkan secara detail kasus perampokan disertai pembunuhan tersebut. Menurutnya, keterangan detailnya akan disampaikan melalui press conference, Kamis (31/3) hari ini. Kemarin, tersangka dalam perjalanan dari Kebumen menuju Mapolda Jateng.

Sementara itu, di toko Focus Nusantara kemarin masih terpasang police line. Seorang pria sempat keluar dari toko kamera tersebut. Ia buru-buru menuju area parkir.  “Maaf Mas, masih sibuk, ini mau ke Polda Jateng, disuruh ke sana. Iya, katanya pelaku sudah diamankan, satu orang. Jumlah kerugian belum dirinci semua,” kata pria yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Jimbul, warga di sekitar lokasi kejadian mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah kerugian toko Focus Nusantara mencapai ratusan juta rupiah. “Dengar-dengar, kerugiannya sampai Rp 200 juta,” kata pria yang bekerja sebagai penjual jasa tambal ban persis di depan toko tersebut.

Baca juga:  Enam Pencuri dan Satu Penipu Diringkus

Kemarin, wajah tersangka sudah beredar di media sosial. Namun Jimbul mengaku tidak kenal dan belum pernah melihat tersangka sebelumnya. “Kalau ini tidak pernah lihat. Tapi herannya kok dia tahu, kalau yang di dalam bangunan ini mahal-mahal semua,” ujarnya.

Meski demikian, Jimbul mengaku sempat mendapatkan informasi jika sebelum kejadian ada laki-laki tak dikenal yang sempat ngobrol dengan korban di parkiran di bawah bangunan Kita Steak, kompleks Focus Nusantara.

“Ceritanya, malam itu ada orang datang ke situ. Katanya mau nginep turu. Terus oleh korban dipotret orangnya dan KTP-nya. Lalu di-share  di grup WhatsApp Focus Nusantara. Di grup WA, korban tanya, ada orang mau nginep di sini entok ra?” cerita Jimbul.

Korban mengirim foto pelaku dan KTP ke grup WhatsApp sekitar pukul 01.00. Seharusnya, korban kembali mengirimkan laporan situasi jaga pukul 03.00. Namun setelah pukul 01.00, tidak lagi mengirimkan laporan ke grup WA. “Kan setiap dua jam harus laporan. Terakhir laporan jam 01.00. Tapi jam 03.00 tidak ada laporan. Ternyata paginya ditemukan sudah meninggal,” bebernya.

Kejadian itu kali pertama diketahui Syahir, warga sekitar. Ketika itu, saksi menuju lokasi tempat korban bekerja dengan keperluan mengambil barang yang dititipkan di salah satu bangunan, samping kanan toko Focus Nusantara.

“Dia kesini mau ambil barang. Dia sering nitip barang di gudang situ, dekat tower. Saksi melihat ada yang janggal, karena lampu depan masih menyala sekitar pukul 05.30. Padahal biasanya sudah dimatikan,” katanya.  Benar saja, saat itu saksi menemukan korban sudah terkapar bersimbah darah di teras Kita Steak.

Baca juga:  Rekomendasi Hukuman Seumur Hidup dan Bawa Perkara ke Tingkat Nasional

Menurutnya, korban sosok yang mudah bergaul. Orangnya juga tidak neko-neko. Dia selalu tegur sapa dengan warga sekitar lokasi.

“Pak Yono orangnya grapyak, nggak aneh-aneh. Sepertinya juga tidak doyan mabuk,” ujarnya. Korban memiliki dua anak. Korban, kata Jimbul, mengaku sebulan digaji Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu.

Seperti diberitakan sebelumnya, satpam toko kamera Focus Nusantara Jalan Diponegoro, Lempongsari, Gajahmungkur, Selasa (29/3) pagi, ditemukan tewas bersimbah darah. Korban Supriyono, 38, warga Jalan Lempongsari I RT 03 RW 02, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur.

Korban terkapar di teras Kita Steak, satu kompleks dengan bangunan bekas Jonas Photo tersebut. Di tubuhnya ditemukan 14 luka tusuk senjata tajam. Berkat kesigapan petugas, tak sampai 24 jam setelah kejadian, pelaku pembunuhan berhasil dibekuk saat pulang ke Kebumen.

Kejadian itu kali pertama diketahui rekan korban, Syahir, yang mendatangi lokasi tersebut sekitar pukul 06.00. Sampai di lokasi kejadian, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi terkapar bersimbah darah. Korban mengenakan celana panjang hitam, baju hitam, dan mengenakan jaket biru. Ia terkapar persis di depan Kita Steak. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Gajahmungkur, dan diteruskan ke Polrestabes Semarang.

“Tadi dapat laporan sekitar pukul 06.15. Dari hasil penyelidikan awal, kita temui ada tanda-tanda tusukan di tubuh korban. Korban bertugas sebagai sekuriti di kompleks tersebut,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny S Lumbatoruan. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya