alexametrics

Begini Sosok Supriyono, Satpam yang Dibunuh Perampok Toko Kamera Focus Nusantara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Satpam Supriyono dikenal sebagai sosok yang baik. Korban aktif di kegiatan kampung di Jalan Lempongsari I RT 03 RW 02, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur.

“Korban pribadi yang baik, aktif di karang taruna. Beliau sering menggerakkan anak-anak muda untuk kegiatan. Meski saya bukan warga sana, tapi saya kenal baik. Setiap ada kegiatan, dia selalu datang,” ungkap anggota Polsek Gajahmungkur Aipda R Sugiyanto di lokasi kejadian.

Baca Juga: Pembunuh Satpam Toko Kamera Focus Nusantara Semarang Dibekuk

Pria yang bertugas sebagai Babinkamtibmas Kelurahan Lempongsari ini mengatakan, korban sudah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak. Sepengetahuan Sugiyanto, korban bekerja sebagai penjaga malam sif pengganti.

Baca juga:  Keluarga Korban Menyayangkan Pihak Hotel yang Menerima Tamu Berseragam Sekolah

“Dalam satu minggu, kerjanya hanya dua kali di sini. Sebelumnya dia pernah bekerja di katering. Karena situasi pandemi, dia kemudian ikut kerja sebagai penjaga malam,” katanya.

Kakak korban, Eko Supriyanto, mengatakan, pihak keluarga sangat terpukul atas kejadian tersebut. Istri korban  shock setelah mendapat kabar duka tersebut.

“Istrinya sudah tahu. Saya dikabari kalau adik dibunuh. Di kampung Lempongsari sudah ramai beritanya. Kemudian saya ngecek ke sini (Focus Nusantara), ternyata benar,” ujarnya.

Menurutnya, adiknya kerja sebagai penjaga malam di lokasi tersebut baru sekitar enam bulan. Kerjanya dijadwalkan masuk seminggu dua kali. Berangkat kerja mulai pukul 18.00 hingga 07.00 pagi.

“Dia jaga malam sendirian. Sebagai kakak, saya pernah menyarankan kalau jaga malam supaya minta ada satu orang lagi, minimal dua orang. Karena yang dijaga barangnya mahal semua. Dia jawabnya, mau pengajuan kepada temannya yang sudah lama di sini,” jelasnya.

Baca juga:  Warga Mulai Berburu Baju Lebaran

Sebelum kejadian nahas itu, Eko sempat ngobrol di rumah korban, Senin (28/3) sore. Namun tidak ada firasat atau gelagat aneh dari korban.

“Tidak ada firasat apa-apa. Ketemu ya ngobrol biasa saja. Sebelum-sebelumnya juga tidak pernah cerita punya masalah apa? Cuma dia bilang sendiri di sini, sepi. Cerita punya musuh tidak pernah,” katanya.

Ia berharap, pelaku pembunuhan terhadap adiknya segera mendapat titik terang. “Saya minta pelaku diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” harapnya yang masih shock dengan kejadian yang menimpa adiknya. (mha/aro) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya