alexametrics

Misteri Penemuan Mayat di Bawah Jembatan Tol Semarang-Solo, Tahun 2019 Ada Kejadian Serupa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mayat perempuan terbungkus kain sarung ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang-Solo, tepatnya di Kampung Grogol, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (13/3) sekitar pukul 07.00.

Diduga, mayat tersebut adalah korban pembunuhan. Mayat ditemukan di semak-semak, di bawah Jembatan Tol Semarang-Solo Km 425. Jasad terbungkus sarung motif kotak-kotak dan terikat. Tergeletak persis di bawah pohon, dekat tiang pancang jalan tol.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, kali pertama mayat ditemukan Sriyanto, warga Pudak Payung yang sedang mencari rumput. Saksi mencium bau menyengat. Saat itu, ia melihat ada benda mencurigakan terbungkus kain sarung di bawah pohon. “Saya tidak berani membuka. Saya memilih meninggalkan lokasi dan memberi tahu tetangga,” katanya.

Bersama tetangganya, Sriyanto kembali ke lokasi. “Saat kami cek, kelihatan kakinya. Tapi, saya sama tetangga masih tidak berani membuka sarungnya. Hanya intip-intip saja dari sekitaran” jelasnya.

Baca juga:  Seluruh Rest Area Diperketat, Hanya Boleh Diisi 50 Persen Kendaraan

“Posisi jasad meringkuk, tertutup kain. Di lehernya ada bekas jeratan,” timpal Dodok, warga lainnya.

Selanjutnya, temuan itu dilaporkan ke Polsek Banyumanik, diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Begitu menerima laporan, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jalan menuju ke lokasi tidaklah mudah. Aksesnya hanya jalan setapak, dipenuhi semak-semak. Lokasi temuan mayat dengan permukiman warga kurang lebih 3-5 km.

“Kalau melewati jalan tol ya susah juga. Harus menuruni jembatan setinggi 25 meter. Tapi kan tidak ada aksesnya. Posisi jenazah tepat berada di bawah tiang pancang jembatan tol. Sebelah lokasi sudah jurang,” kata salah satu anggota relawan, Kristiawan.

Hasil olah TKP tim Inafis, korban seorang perempuan, memakai kaos warna merah motif bunga, celana jins warna biru merek Trand. Kondisi korban sudah membusuk dibungkus sarung warna coklat. Leher diikat sarung warna biru, sedangkan kaki diikat sarung warna krem.

Baca juga:  Komplotan Begal Bersenpi Ditangkap

“Diperkirakan korban sudah meninggal satu mingguan. Tidak menutup kemungkinan itu (jasad) dibuang dari jalan tol,” kata salah satu anggota kepolisian di lokasi kejadian.

Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Perempuan Terbungkus Sarung di Bawah Jembatan Tol, Duduga Korban Pembunuhan

Kapolsek Banyumanik Kompol Benny Hartawan membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Pihaknya tidak menampik jika korban diduga korban pembunuhan.

“Tulang rahang korban sudah keluar semua. Belum diketahui adanya luka. Tapi kalau melihat posisinya seperti itu, indikasi mengarah ke pembunuhan,” katanya.

Dikatakan, korban masih dilakukan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban. Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Saksi yang kita mintai keterangan sudah ada, tapi tidak melihat adanya orang mencurigakan di sekitar lokasi. Saksi hanya menemukan kejadian ini saja,” bebernya.

Baca juga:  Tingkatkan Pelayanan, Kejaksaan Jemput Bola Permudah Denda Tilang 

Selain itu, pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya CCTV di jembatan tol. Namun demikian, pihaknya akan mengurutkan kembali lokasi yang terdapat CCTV.

Ya, nanti kami akan urutkan lagi di lokasi yang ada CCTV. Ini masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Dibunuh, Dilempar dari Jalan Tol

Sebelumnya, tak jauh dari lokasi juga pernah ditemukan mayat tak dikenal.  Tepatnya di jembatan tol Km 350 atau di perbatasan Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dengan Dukuh Susukan, Kelurahan Petungsari, Kabupaten Semarang.

Mayat perempuan ditemukan terbungkus plastik cover mobil pada Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 09.00. Jenazah itu juga diduga korban pembunuhan. Hingga kini kasus yang ditangani aparat Reskrim Polres Semarang tersebut belum terungkap identitas korban dan pelakunya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya