alexametrics

Pelaku Dikenal Posesif, Suami Bunuh Istri di Srinindito Semarang Diduga karena Cemburu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pembunuhan Indah Safitri yang dilakukan oleh Kanipah alias Andre, diduga dilakukan karena cemburu buta. Pelaku yang tak lain merupakan suami korban, dikenal sebagai orang yang posesif.

Rekan kerja korban, Dwi Listiani menjelaskan, Indah sempat cerita jika Kanipah sering cemburu. Padahal terkadang kecemburan pelaku tidak berdasar, apalagi menurut Dwi korban merupakan pribadi yang pendiam.

“Iya suaminya suka cemburu gitu. Padahal korban ya pendiam, tapi pernah cerita kalau suaminya itu cemburuan,” katanya ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Diketahui Indah Safitri bekerja di Wulan Hijab yang berlokasi sekira 200 meter dari rumah kontrakan korban dan bekerja sebagai tukang jahit. Sebelumnya, mereka sempat merantau ke Jawa Timur. Lalu tinggal dirumah orang tua Indah yang ada di Srindinito Timur RT03 RW 3, Kelurahan Ngemplak Simongan.

Baca juga:  Sinergikan Rumah Tahfidz dengan Pemkot Semarang

“Baru awal tahun ini pindah, paling ya dua mingguan. Tadi pagi sebelum meninggal saya sempat tanya kok murung, tapi saat itu ia tidak menjawab,” tambahnya.

Baca Juga: Sebelum Dibunuh Suaminya, Indah Safitri Sempat Teriak Minta Tolong

Andre diketahui menjemput korban menggunakan motor saat jam istirahat makan siang. Saat itulah momen dirinya bertemu terakhir dengan korban. Mendengar kabar tersebut, ia kaget dan mendatangi rumah kontrakan Indah Safitri.

“Saat saya sampai, korban sudah meninggal kondisinya ya seperti itu (tengkurap,red) dan pakai kaos putih lengan panjang hitam,” jelasnya.

Eni Suprapti, kakak mendiang Indah Safitri menjelaskan jika adik iparnya tersebut dua pekan terakhir sejak pindah ke kontrakan terlihat posesif terhadap adiknya. Bahkan untuk sekadar ngobrol dengan dirinya dan orangtuanya, pelaku terus mendapingi korban dan tidak boleh kemana-kamana.

Baca juga:  Putarkan Musik untuk Vaksinasi Penyandang Disabilitas

“Semenjak di kos memang jarang komunikasi, si Andre dampingi terus, tempel terus, adik saya nggak boleh kemana-mana. Bisa dibilang orangnya posesif,” katanya.

Padahal sebelumnya, rumah tangga adiknya tersebut terlihat haromonis dan tidak pernah terjadi cekcok atau perselisihan. Sosok andre pun dikenal rajin beribadah, seperti salat jamaah dan ngaji.
“Baru dua minggu ini diam, tapi saya nggak menduga kok tega bunuh adik saya. Padahal dia rajin ibadah,” ujarnya sambil menahan tangis.

Sebagai kakak kandung, warga Srinindito Timur ini berharap agar Polisi bisa secepatnya menangkap pelaku. Selain itu ia berharap jika putra kedua yang dibawa kabur, juga bisa dikembalikan dalam keadaan sehat.

Baca juga:  Eksepsi Diterima, Kini Isnaini Dibebaskan

“Saya harap diberi hukuman setimpal. Keponakan saya juga bisa dikembalikan dalam keadaan sehat,” harapnya.

Baca Juga: Setelah Bunuh Istrinya, Andre Sempat ke Rumah Mertua untuk Jemput Anak

Anto Ketua RT 3 RW 03 Kelurahan Ngemplak Simongan, yang juga ditemui di rumah orang tua korban, mengaku jika korban adalah orang baik dan memiliki tanggungjawab tinggi terhadap lingkungannya. Meskipun pindah ke rumah kontrakan yang berbeda RT dan RW, Indah Safitri masih aktif dalam kepengurusan dasa wisma (Dawis).

“Korban ini orangnya baik, sosialnya juga tinggi. Walaupun sudah pindah, dia masih aktif di Dawis. Kalau suaminya ini saya kenal dia rajin ke masjid, saya nggak menyangka kok sampai setega itu,” pungkasnya. (den/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya