alexametrics

Bebas Asimilasi, 51 Napi Lapas Kedungpane Sujud Syukur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 51 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang sumringah. Mereka mendapat asimilasi potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing Rabu (12/1).

Sebelum pelaksanaan bebas, puluhan napi tersebut mendapat arahan dari petugas Lapas Semarang. Begitu dinyatakan bebas, mereka langsung sujud syukur dan tersenyum bahagia.

Kepala Lapas Semarang Supriyanto menjelaskan, sebanyak 51 napi sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif untuk menerima bebas asimilasi. Sehingga mereka berhak mendapatkan potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

“Asimilasi dilaksanakan agar tidak ada penularan Covid-19 di dalam Lapas. Mengingat, lapas menjadi lokasi yang rentan adanya penularan virus tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (12/1) kemarin.

Baca juga:  Polisi Temukan Obat Perangsang dan Alat Kontrasepsi saat Gerebek Pijat Plus Gay di Solo

Pihaknya menyampaikan, proses pembebasan 51 napi tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor 43 tahun 2021 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Supriyanto juga menjelaskan, narapidana yang mendapatkan asimilasi ini dilihat dari perhitungan 2/3 masa pidananya yaitu jatuh sebelum 30 Juni 2022. “Syaratnya utamanya yang bukan residivis, tidak dipidana lebih dari satu perkara, bukan kasus narkoba di atas lima tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, perampokan, kesusilaan, kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan hak asasi manusia,” bebernya.

Napi yang menjalankan asimilasi di rumah ini akan tetap dipantau oleh petugas Balai Pemasyarakatan. Sebelum pelaksanaan bebas, dilakukan serah terima pemberian asimilasi kepada Bapas untuk selanjutnya dilakukan pengawasan dan pembimbingan lanjutan. “Selama asimilasi di rumah, mereka tidak boleh keluyuran sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai,” tegasnya.

Baca juga:  Muncul Dugaan Jual Beli Lapak Pasar Johar, Wali Kota Hendi:¬†Laporkan Polisi Saja

Sementara, salah satu napi mengaku bersyukur bisa ikut program asimilasi di rumah. Napi bernama Wandi juga berjanji akan menjalankan kewajibannya selama menjalani asimilasi.

“Saya akan terus menjalankan kewajiban wajib lapor sampai saya dinyatakan bebas murni. Saya juga bersyukur berkumpul kembali dengan anak istri,” katanya dengan senyum bahagia. (mha/ifa/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya