alexametrics

Langgar Hak Cipta Hologram Pita Cukai Rokok, Feybe Gugat PT Pura Rp 370 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemegang hak cipta hologram pita cukai tembakau atau rokok, Feybe Fince Goni menggugat PT Pura Nusa Persada (PT Pura) . Tak tanggung-tanggung, ia meminta ganti rugi sebesar Rp 370 miliar.

Feybe mengatakan, selama puluhan tahun atau sejak tahun 1995 ia tak pernah menerima keuntungan atau penggunaan hologram miliknya. Namun, ia hanya menggugat ganti rugi penggunaan kurun waktu 2001 hingga 2020.

Hal tersebut dikarenakan sertifikat hak cipta baru terbit pada 2001. “Saya menggugat ganti rugi materil dan imateril senilai Rp370 miliar,” ujar Feybe Kamis (6/1).

Gugatan tersebut dilayangkan melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Feybe Fince Goni mengatakan, pelanggaran Hak Cipta dalam hal ini mengambil manfaat secara ekonomi tanpa seizin darinya selaku pemegang hak cipta. Adapun caranya dengan menempelkan atau melekatkan hologram di atas pita cukai rokok menggunakan metode hot stamping foil.

PT Pura Nusa Persada dianggap melanggar UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta Pasal 1 ayat 25 dan Pasal 96 ayat 1. Feybe menegaskan, hak ekonominya akan ia perjuangkan secara maksimal, mengingat upaya non litigasi yang dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil. “Tidak ada jalan lain kecuali menyerahkan perkara ini ke pengadilan niaga,” tegasnya.

Baca juga:  Dibunuh di Kendal, Korban Ditelanjangi dan Dibungkus Plastik Sebelum Dibuang di Grobogan

Sementara itu, Humas PN Semarang Eko Budi Supriyanto membenarkan adanya gugatan yang didaftarkan Feybe. “Iya, benar,” jawabnya singkat. Adapun gugatan ini baru akan disidangkan minggu depan. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya