alexametrics

Diejek Kere, Pemabuk Hajar Teman Mabuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Joko Rusmianto, 45, warga Penjaringan Timur, Kemijen, Semarang Timur terpaksa berurusan dengan kasus hukum. Pria ini telah menganiaya rekannya yang awalnya bersama-sama menenggak minuman keras. Ia tak terima diejek.

Korban adalah teman mabuk pelaku, Andreas Himawan, 50, warga Jalan Tanggul Mas Barat, Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara. Korban dikeroyok oleh Joko dan tersangka lain Paimo yang sekarang masih dalam pengejaran.

“Korban mengalami luka robek di bagian kepala atas mendapat tiga jahitan dan kepala bagian kiri robek mendapat lima jahitan serta mata kiri lebam dan memar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang Rabu (5/1).

Penganiayaan ini terjadi bermula saat korban, dua pelaku serta lima orang lainnya berkumpul bareng sambil menenggak miras pada 17 Desember 2021, sekitar pukul 13.00. Lokasi mabuk berada di Kampung Kentangan Selatan, Jagalan, Semarang Selatan.

Baca juga:  Dituntut Penjara 10 Bulan, Mucikari Selebgram TE Minta Keringanan Hukuman

Joko mengakui dan bersama korban serta rekan-rekannya sudah habis menenggak 4 botol miras jenis Red Label. Kemudian korban ditawari memesan miras lagi, ia menjawab sembari mengejek Paimo. “Andreas nunjuk-nunjuk Paimo, katanya Paimo itu cina kere cikirikik, mana mampu beli minuman keras ini,” ujarnya.

Paimo yang naik pitam langsung memukul wajah korban sebanyak dua kali menggunakan tangan kanan. Tiba-tiba dari arah depan samping kiri, Joko juga ikut memukul korban. “Saya pukul menggunakan botol sampai botolnya pecah,” katanya.

Seketika itu, korban langsung berdarah-darah dan kepalanya merasa pusing. Bahkan pandangan mata korban langsung gelap. Tetapi korban masih bisa berjalan

dan sempat menghubungi temannya untuk diantar ke rumah sakit Pantiwilasa Citrarum guna mendapatkan perawatan medis.

Baca juga:  Bermodal Airsoft Gun, Pelaku Curanmor Tembak Karyawan Alfamart

Sekarang, Joko Rumanto telah ditahan. Akibat perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara. (mha/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya