alexametrics

Otak Pembunuhan Sadis Balita di Demak Masih Buron

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib tragis dialami RDW. Balita berusia 2 tahun 9 bulan ini ditemukan tewas di semak-semak di pinggir jalan Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Rabu (22/12).

Pembunuhan balita ini merupakan buntut aksi pengeroyokan yang dialami ayah korban RDW, yakni Farid Efendi, 42, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang  kos di Jalan Sultan Hadi Wijaya Mangunjiwan, Kabupaten Demak.

Pasca kejadian ini, petugas Satreskrim Polres Demak berhasil mengamankan dua pelakunya, yakni M Choril Anwar, 24, dan Rifki Rosadi, 24, keduanya warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Kedua tersangka diringkus Tim Resmob Polres Demak Rabu (22/12/2021) kemarin. Saat ini, petugas masih mengejar seorang tersangka lainnya, yang diketahui bernama Saerofi alias Doyok, 30, warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang.

Iya, masih saya dalami, masih saya pertajam. Besok (Kamis) dirilis. Langsung ke humas saja,” ungkap Kasatreskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Informasi yang diperoleh, kasus pembunuhan dan pengeroyokan ini terjadi Selasa (21/12/2021) sekitar pukul 20.00. Sebelum terjadi pembunuhan, diawali pengeroyokan terhadap korban Farid Efendi di rumah kos Jalan Sultan Hadi Wijaya Mangunjiwan, Kabupaten Demak.

Baca juga:  Adik Korban Merangsek ke Rekonstruksi Minta Nyawa Dibalas Nyawa

Kejadian bermula saat korban bersama istri, Titin Istamani, 30, dan anaknya, RDW, datang dari Kota Samarinda ke Kabupaten Demak sekitar tiga minggu yang lalu untuk keperluan ziarah.

Keluarga ini dibiayai oleh ketiga tersangka tersebut. Di Demak, korban tinggal di rumah kontrakan milik para tersangka. Saat itu, ketiga tersangka juga berada di dalam rumah kontrakan tersebut.

Entah permasalahan apa, tiba-tiba terjadi pertengkaran di lantai dua kontrakan tersebut. Tersangka Doyok yang kini masih buron memukuli korban berkali-kali menggunakan kayu balok.

Lalu tersangka Anwar yang berada di dalam rumah lantai bawah naik ke lantai atas dan ikut melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan kayu balok hingga korban jatuh terkapar.

Baca juga:  Daging Ternak yang Tertular PMK Bisa Dikonsumsi, Begini Cara Pengolahannya

“Awalnya terjadi pengeroyokan terhadap orang tua korban oleh para tersangka. Untuk permasalahannya  apa dan motifnya apa, masih kita dalami,” ungkap Kasie Humas Polres Demak Iptu GuyupGuyup Kartono.

Setelah puas mengeroyok Farid Efendi, tersangka Anwar turun dan menyiapkan mobil Toyota Avanza warna silver di depan rumah. Lalu tersangka Doyok membopong anak korban masuk ke dalam mobil, duduk di belakang pengemudi (Anwar). Sedangkan tersangka Rifki di samping kiri pengemudi. Selanjutnya ketiga tersangka meninggalkan lokasi dengan membawa pergi anak korban ke arah jalan raya.

Di tengah perjalanan ke arah Guntur, di dalam mobil tersangka Doyok yang duduk di belakang pengemudi membekap mulut korban karena menangis keras. Hingga kemudian Doyok menyayat leher korban berkali-kali sampai tewas.

Setelah korban meninggal, Doyok meminta kepada pelaku Rifki untuk membuka google maps mencari jalan yang sepi dari permukiman warga untuk membuang mayat bocah tak terdosa tersebut. “Kemungkinan korban digorok di tengah perjalanan oleh tersangka,” katanya.

Baca juga:  Pelaku Pembunuhan di Hotel Royal Phoenix Suami Siri Korban

Sampai di jalan persawahan, tersangka Anwar menghentikan mobil di pinggir jalan. Lalu tersangka Rifki turun dari mobil melepas jaketnya, kemudian membungkus badan korban lalu dibuang di semak-semak pinggir jalan. Selanjutnya Doyok menggantikan Anwar mengemudikan mobil ke arah Kota Semarang. Sampai di Ngaliyan Semarang, tersangka Doyok membuang karpet mobil yang berlumuran darah di pinggir jalan.

Aparat Polres Demak yang mendapat laporan aksi penganiayaan langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Dalam waktu yang sama, polisi menerima laporan penemuan mayat balita. Dan, setelah dilakukan penyidikan, ternyata dua kasus tersebut berkaitan.

Dan, karena korban Farid Efendi sudah mengenal para pelaku, sehingga tanpa kesulitan polisi berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap dua dari tiga pelaku.  “Dua pelaku berhasil diamankan di wilayah Semarang. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan dan proses hukum,” ujarnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya