alexametrics

Rela Rogoh Kocek Rp25 Juta, Pelanggan Selebgram TE dari Kalangan Atas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Seorang selebgram ternama asal Jakarta dan seorang warga negara asing (WNA) asal Brasil menjadi korban praktik prostitusi di Kota Semarang. Dua perempuan ini dijual ke pria hidung belang dengan tarif Rp 25 juta sekali kencan.

Prostitusi melibatkan perempuan muda ini diungkap oleh Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita  (Renata) Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Rabu (15/12) sekitar pukul 20.00. Lokasi praktik ini berada di sebuah hotel di kawasan Kota Semarang.

“Korban ada dua orang, yakni berinisial TE, 26, warga negara Indonesia, seorang selebgram, serta FBD, 26, berasal dari Brasil,” ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Raharjo Puro di Mapolda Jateng kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (20/12).

Baca Juga: Kronologi Pengungkapan Prostitusi di Semarang yang Melibatkan Selebgram TE, Sekali Kencan Rp25 Juta

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas juga mengamankan pria bernama Bobi Junaidi alias BJ, warga Medan yang bertempat tinggal di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Pria berusia 42 tahun ini berperan sebagai mucikari.

“Modus operandinya adalah mempekerjakan korban sebagai PSK untuk melayani tamu dengan tarif cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 25 juta. Dari setiap kencan, pelaku mendapat keuntungan Rp 13 juta. Sisanya untuk korban, dan biaya operasional,” bebernya.

Djuhandani mengatakan, pengungkapan kasus esek-esek ini berawal dari laporan adanya praktik prostitusi di Kota Semarang yang melibatkan warga negara asing. Dari laporan itu, Tim Subdit Renata Polda Jateng melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan hotel yang digunakan untuk praktik prostitusi. Petugas pun langsung melakukan penggerebekan.

Baca juga:  Karyawan Hotel Santika Premiere Semarang Sudah Divaksin

“Pada saat penangkapan itu, di dua kamar berbeda didapatkan seorang yang diduga adalah korban. Dia adalah (TE) selebgram beserta seorang laki-laki yang sedang berhubungan badan. Juga seorang warga negara asing, yaitu warga Brasil berinisial FBD, juga sedang berhubungan badan dengan seseorang,” bebernya.

Baca Juga: Selebgram TE Ditangkap di Hotel Semarang, Diduga Terlibat Prostitusi Artis

Dalam penggerebekan itu, pihaknya menyita barang bukti sejumlah alat kontrasepsi berbagai merek, dan ada yang sudah dipakai. Uang tunai Rp 20 juta, serta HP Xiaomi.

Selanjutnya, dua perempuan tersebut dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Berdasar keterangan TE dan FBD, polisi mengembangkan proses penyidikan dan menangkap JB yang masih berada di sekitar hotel.

“Hasil interogasi saat itu juga, mucikari menerima tanda terima pemesanan dua PSK tersebut sebesar Rp 20 juta. Uang ditransfer pada tanggal 10 Desember 2021. Bukti transfer itu juga kita dapatkan sebagai alat bukti,” jelasnya.

Dijelaskan, dari uang tersebut, digunakan untuk pembelian tiket pesawat sebesar Rp 3 juta, lalu ditransferkan ke TE sebesar Rp 5 juta. Sedangkan sisanya masih dikuasai oleh JB.

Baca juga:  Habib Luthfi Sosok Guru Bangsa, Kiprahnya Selalu Menginspirasi

“Setelah TE dan FBD bertemu tamu di hotel, mucikari JB mendapatkan uang komisi sebesar Rp 6 juta pada 15 Desember untuk pemesanan dua PSK tersebut. Jadi, siang datang, malam kita amankan,” katanya.

Pihaknya juga menjelaskan, kesepakatan antara mucikari dengan TE dan FBD, masing-masing mendapatkan Rp 16 juta untuk TE, dan Rp 10 juta untuk FBD.

“Para PSK tersebut didatangkan dari Jakarta dengan biaya include dari pembayaran Rp 25 juta. Hotel sudah dipersiapkan dan sudah dibayar. Korban langsung menuju hotel, kemudian pelanggan diundang ke hotel tersebut,” jelasnya.

Terkait pelanggan dua perempuan tersebut, Djuhandani enggan menyebutkan secara detail dan menegaskan merupakan warga Indonesia. Pihaknya juga meyebutkan, dengan tarif Rp 25 juta, tentunya pelanggan tersebut dari kalangan ekonomi menengah ke atas.

“Cara menawarkan korban, biasanya ditawarkan secara langsung melalui hubungan orang-orang yang sudah dikenal ataupun orang-orang yang memang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan para korban,” ujarnya.

Djuhandani juga menegaskan, dua perempuan tersebut statusnya merupakan korban tindak perdagangan manusia yang dilakukan oleh BJ. Cara menggaet korban, BJ melakukan bujuk rayu untuk mendapatkan banyak uang secara pintas.

Selebgram maupun warga negara asing itu statusnya sebagai korban. Di mana korban diiming-imingi dengan tarif yang sudah ditentukan, dan tersangka mendapatkan sebagian hasil dari penawaran,” bebernya.

Baca juga:  Polisi Periksa CCTV di Sekitar Padepokan Ongko Joyo

Menanggapi adanya dugaan korban dan tersangka lain, Djuhandani mengatakan akan melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait pengungkapan kasus ini. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, termasuk dengan MCB

“Kita akan kembangkan sejauh mana kira-kira hal tersebut terjadi di wilayah Republik Indonesia. Sebelum di Semarang di mana? Akan kita dalami. Jadi, kita akan dalami dulu yang di wilayah Jateng,” tegasnya.

Saat ini, tersangka BJ masih mendekam di ruang tahanan Mapolda Jateng. Atas perbuatannya, tersangka JB akan dijerat pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana 3 tahun dan paling lama 15 tahun denda Rp120 juta – Rp600 juta

Ditanya sejak kapan praktik prostitusi ini berlangsung? Djuhandani mengatakan masih akan mendalami kasus tersebut, termasuk melalukan pemeriksaan intensif terhadap BJ. “Mucikari belum mau terbuka semuanya, masih kita dalami,” imbuhnya.

Sementara, tersangka BJ lebih banyak menundukkan kepala dan tak berani memperlihatkan matanya saat memberikan keterangan. Namun, pria ini mengakui perbuatannya, dan mengatakan sudah mengenal TE lama.

“Saya sebagai manajemen photo atau fotografer, (TE) sudah kenal dua tahun. Kalau yang satunya (FBD) baru kenal kemarin saya mau berangkat,” katanya. (mha/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya