alexametrics

Rampok Brankas, Gasak Rp 1,6 M

Beraksi di Batang, Bawen, Wonogiri dan Kendal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kawanan perampok spesialis mesin brankas berhasil diringkus aparat Polda Jateng. Mereka beraksi di empat tempat di wilayah Jateng. Dari aksinya itu, mereka berhasil menggondol uang mencapai Rp 1,6 miliar. Setiap kali beraksi, kawanan perampok ini hanya butuh waktu sekitar 1,5 jam.

 LINTAS PROVINSI: Kelima perampok spesialis brankas kantor diamankan di Mapolda Jateng. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

LINTAS PROVINSI: Kelima perampok spesialis brankas kantor diamankan di Mapolda Jateng. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan, tersangka yang diamankan sebanyak lima orang. Mereka adalah Satya Akas Adi Yunarko, Muis Afandi Tuarita, Andi Sanusi Tawainella, Djusman Rachman Tuarita, dan Suhartono. Sasaran mereka adalah brankas penyimpanan uang milik kantor.

Dijelaskan, penangkapan para tersangka berdasarkan laporan kejadian pencurian dengan pemberatan di Polsek Ngadirejo, Polsek Gringsing, dan Polres Kendal. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya polisi berhasil mengamankan kelima tersangka.

“Para tersangka diamankan di wilayah Jawa Timur. Seorang di antaranya diamankan di Ngawi. Sisanya kita dapatkan (tangkap) di hotel, di mana mereka akan merencanakan aksi di wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Dikatakan, setiap beraksi, komplotan ini berbagi peran. Tersangka Satya Akas Adi Yunarko berperan sebagai driver dan yang menyediakan mobil. Tersangka Muis Afandi Tuarita yang masuk ke dalam kantor bersama tersangka Andi Sanusi Tawainella.

Keduanya yang membobol brankas dan menguras habis uang di dalamnya. Sedangkan tersangka Djusman Rachman Tuarita dan Suhartono, berperan mengawasi situasi di sekitar kantor yang dibobol.

“Para tersangka satu kelompok yang sudah beroperasi cukup lama. Kita himpun dari tahun 2020 sampai 2021. Dengan segala kemampuan dan ketelitian yang dilakukan oleh Unit Jatanras Polda Jateng, kita berhasil mengungkap dan menangkap kelima tersangka,” katanya.

Pengakuan tersangka, mereka telah membobol brankas di kantor PT CJ Cheiljedang Surodadi, Kabupaten Batang. Kawanan perampok ini masuk kantor penyimpanan brankas dengan mencongkel jendela. Dalam aksinya ini, tersangka berhasil membawa uang tunai sekitar Rp 275 juta.

Aksi berikutnya dilakukan di kantor PT Green Fashion Indonesia, Bawen. Pelaku masuk kantor dengan merusak pintu, dan berhasil membawa uang tunai Rp 320 juta.

Kawasan tersangka juga beraksi di kantor PT Nesia Pan Pacific Clothing (PT NPC) Ngadirojo, Wonogiri, dan berhasil membawa uang tunai Rp 380 juta.

Sedangkan aksi terakhir yang dilaporkan ke Polres Kendal terjadi di kantor PTPN IX Kebun Merbuh, Desa Trayu RT 01 RW 01 Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Kamis (11/11) sekitar pukul 02.00. Komplotan ini berhasil membawa uang tunai sekitar Rp. 288,676 juta.

“Para tersangka telah melakukan perbuatan pencurian dengan pemberatan sebanyak empat TKP, dengan kerugian total Rp 1.263.676.000,” bebernya.

Djuhandani mengatakan, sekarang anggotanya tengah mengejar lima tersangka yang juga menjadi komplotan ini. Mereka berinisial IW alias Iwan Makassar, BG dari Bekasi, AN asal Ngawi, MD asal Jakarta, dan HN asal Bekasi.

“Masih ada lima orang DPO (Daftar Pencarian Orang). Kalau tersangka utama berinisial M (Muis). Kelompok ini sudah beraksi di beberapa tempat, dan kita masih lakukan pendalaman,” katanya.

Dijelaskan, aksi perampokan biasa dilakukan komplotan ini pada malam hari. Sebelum melakukan aksinya, mereka telah mensurvei lokasi. Selanjutnya, mereka beraksi sesuai peran masing-masing. Setelah aksi di Kendal, sebagian tersangka kabur ke Surabaya.

Hingga akhirnya berhasil diamankan petugas. Uang hasil kejahatan dari pembobolan di Kendal, setidaknya para tersangka mendapatkan bagian hingga mencapai Rp 10 juta.

“Saat ini yang tersisa dan digunakan oleh tersangka tinggal Rp 58 juta sekian. Penyelidikan sementara tidak melibatkan orang dalam. Jadi, dia menggambar, memperkirakan, dan dia mengetahui beberapa tempat yang dimungkinkan menyimpan brankas,” jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan, para tersangka juga melakukan aksi sama di luar wilayah hukum Polda Jateng. Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah polda untuk melakukan pengembangan. “Kita berkoordinasi dengan Polda Jabar, Polda Jawa Timur dan Polda DIJ. Kemungkinan ada TKP lain,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau setiap kantor atau perusahaan memberikan pengamanan terhadap brankas ataupun tempat penyimpanan uang. Supaya lebih aman dan para pelaku kejahatan tidak mudah dalam membobolnya. “Brankas bisa ditanam yang lebih kuat ataupun memakai brankas yang besar. Sehingga dapat menjaga dari kejadian kejadian serupa,” harapnya. (mha/aro)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya