alexametrics

Tahanan Rutan Polda Metro Jaya Otaki Pencurian Mobil Mewah di Sukoharjo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama 20 hari menggelar Operasi Sikat Jaran Candi 2021, aparat Polda Jateng berhasil mengamankan  sedikitnya 325 orang tersangka.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, operasi yang dimotori Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng ini berlangsung selama 20 hari sejak 11-31 Oktober 2021.

Saat gelar perkara (2/11/2021) kemarin, Kapolda Jateng juga menyerahkan barang bukti hasil kejahatan kepada pemiliknya yang sah dengan cara simbolis. Yakni, kepada Feri H, warga Sukoharjo, yang mobil Jeep Rubicon miliknya berhasil ditemukan aparat Polda Jateng.

Feri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Jateng, khususnya Ditreskrimum yang berhasil mengungkap kasus pencurian mobilnya dalam kurun waktu relatif singkat.

“Terima kasih kepada Pak Kapolda Jateng dan Dirreskrimum Polda Jateng dalam waktu lima hari mobil saya dapat ditemukan bahkan proses pengembaliannya juga cukup cepat dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” katanya.

Baca juga:  Calon Perawat Ditipu Luar Dalam, Pelaku Gadaikan Dua Motor Korban

Kapolda menjelaskan, kasus kejahatan pencurian mobil mewah dengan modus menggunakan alat GPS ini diotaki oleh seorang tahanan Rutan Polda Metro Jaya.

“Di mana modusnya adalah menaruh GPS di dalam mobil, kemudian para pemetik dikasih sharelok dan kunci duplikat. Sehingga pemetik bisa melakukan pengambilan berdasarkan sharelok yang diberikan oleh pelaku yang saat ini berada di ruang tahanan Polda Metro,” ungkap Ahmad Luthfi.

Pencurian  mobil mewah Rubicon menjadi salah satu kasus menonjol yang diungkap Polda Jateng dalam sebulan terakhir. Pengungkapan ini setelah adanya pelaporan dari korban ke Polda Jateng. Mobil Rubicon warna hitam tersebut diketahui hilang saat terparkir di halaman rumah, Perumahan Hunian 2 Desa Gentan, Baki, Sukoharjo, 8 Oktober 2021.

Baca juga:  Warga Terdampak PLTU Batang Tuntut BPI Naikkan Harga Tanah

“Pengungkapan ini berdasarkan laporan. Kemudian unit melaksanakan kegiatan operasional dalam rangka Operasi Sikat Jaran Candi. Kita menentukan TO, setelah kita pelajari, pertama kita dapatkan mobilnya dulu di daerah Bandung, terparkir di sebuah hotel, dan sudah diganti plat nomor,” jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan setelah mengungkap temuan mobil tersebut berhasil mendapati seorang pelaku bernama R, warga Bandung. Pelaku berperan mengeksekusi mobil setelah mendapatkan perintah dari seseorang bernama B.

“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata tersangka dikendalikan oleh salah satu penghuni rutan Polda Metro Jaya. Tersangka berinisial B, berperan sebagai pengendali,” bebernya.

“Setelah kita cek ternyata benar, pemilik tidak mengetahui kalau disitu dipasangi GPS yang sama dengan GPS yang dilakukan pemetik yang sekarang kita amankan,” sambungnya.

Baca juga:  Waduh! Sedang Renovasi Rumah, Pria Ini Temukan Granat Nanas

Selain mengamankan satu unit mobil Rubicon dan tersangka, Djuhandani juga mendapati mobil jenis Toyota Fortuner tanpa dilengkapi surat lengkap. Diduga, mobil Fortuner ini juga merupakan hasil kejahatan para pelaku.

“Ini kita masih berkoordinasi apakah ada TKP-TKP yang berkaitan dengan itu. Ini sedang kita dalami, tersangka yang berada di dalam tahanan Polda Metro Jaya, belum bisa kita lakukan pemeriksaan secara detail. Kita masih terus berkoordinasi,” tegasnya.

Tersangka R mengakui hanya berperan sebagai pemetik setelah mendapatkan kunci dan petunjuk lokasi dari pelaku B melalui sharelok.

“Saya dijanjikan akan dikasih Rp 50 juta, belum menerima uangnya,” katanya singkat. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya