alexametrics

Dipicu Saling Teriak, Dua Kelompok Remaja di Semarang Utara Terlibat Tawuran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Belasan remaja terlibat aksi tawuran di Jalan Kalimas Raya Kelurahan Panggung Kidul, Semarang Utara, Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 17.00. Ironisnya, tawuran kali ini dipicu saling teriak.

Mereka adalah FY, 16; Tegar Wibowo, 19; Irfan Renaldi, 24; Nofal Azis Romadhon,18; warga Kampung Sawah, Kelurahan Panggung Kidul, Semarang Utara. Satunya ANR, 17, warga Kelurahan Kemijen, Semarang Timur.

Kelompok tersebut terlibat aksi tawuran dengan kelompok karyawan distributor terpal yang berlokasi di wilayah Panggung Kidul, Semarang Utara. Adalah bernama Dana Binarko, 28, warga Semarang Tengah. Kemudian SS, 17; Novel Dhaffar Romadhon, 19; M Dendi Abdul Fatah, 25; Ridho Fadilah Akbar, 19; dan Edo Prasetyo, 23; warga Semarang Utara.

Baca juga:  Dua Napi Lapas Perempuan Semarang Jalani Perawatan Medis

Awalnya remaja dari kelompok Kampung Sawah ini ada yang mabuk. Kemudian ada seorang pekerja yang kantornya dekat dengan tongkrongan remaja mabuk lewat hendak absen ke rumah bosnya. Namun diteriaki anak-anak yang sedang mabuk.

Tak terima diteriaki, salah satu pekerja ini membalas teriakan. Rupanya, gerombolan remaja Kampung Sawah ini juga tidak terima. Seketika itu mendatangi tempat kerjaan kelompok karyawan terpal.

“Akhirnya pekerja tadi dikejar sampai kantornya dan dilempari pakai paving dan lainnya. Akibatnya, mereka yang pulang kerja langsung melakukan perlawanan. Ada yang terluka, satu dua orang, tapi rawat jalan,” kata Kanitreskrim Polsek Semarang Utara Iptu Yohanes Agus Sartono kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (13/10/2021) kemarin.

Baca juga:  Dua Pengedar Digerebek saat Transaksi Ganja di Kos

Keributan ini terdengar di telinga warga sekitar. Mereka langsung mendatangi lokasi tersebut. Sebagian membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dan besi. Anggota Tim Elang Utara yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan belasan orang yang dicurigai terlibat tawuran. Kemudian mereka dibawa ke Polsek Semarang Utara untuk dilakukan pemeriksaan.

“Orang tua mereka langsung kami panggil ke kantor dan RT juga kami datangkan. Kemudian dilakukan perdamaian dan saling membuat surat pernyataan yang diketahui ketua RT dan RW,” tegasnya.

Berdasarkan hasil mediasi, pihak kelompok Kampung Sawah dan kelompok karyawan usaha terpal bersedia menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saling meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Baca juga:  Sadis! Cinta Ditolak, Pria Ini Nekat Bakar Pujaan Hatinya

Selain itu, tidak akan saling menuntut secara hukum kepada pihak manapun. “Apabila salah satu pihak ada yang memulai perselisihan, akan diselesaikan melalui jalur hukum,” pungkasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya