alexametrics

Polisi Amankan Tiga Botol Obat Penggugur Kandungan dari Tangan Pasangan Pembunuh Bayi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pasangan kekasih di Semarang nekat membunuh darah dagingnya sendiri. Bayi yang habis dilahirkan di kamar mandi warga itu dijerat kain, lalu dibuang lewat lubang ventilasi. Berkat kesigapan petugas, dua jam setelah mayat bayi ditemukan, pasangan kekasih itu berhasil diamankan.

Kedua pelaku, Yustiani, 23, warga Dukuh Munggang, Kabupaten Brebes, dan

Andrianto, 22, warga Kintelan Baru, Lempongsari, Kota Semarang. Pelaku ditangkap di kamar kos di daerah Kradenan, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 19.30.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan, keduanya melakukan hubungan intim sekitar Januari 2021. Sebelumnya, mereka telah berpacaran kurang lebih dua tahun. Pada Agustus 2021, Yustiani mengaku hamil. Tentu saja, hal itu membuat Andrianto panik.

Baca juga:  Rupbasan Semarang Amankan Barang Sitaan Senilai Rp 2 Miliar

“Keduanya sepakat menggugurkan kandungan, lalu tersangka Andrianto mencari obat penggugur kandungan di online,” katanya.

Setelah memperoleh obat penggugur kandungan, selama tiga hari Yustiani mengonsumsinya hingga merasakan sakit perut. Pada Sabtu pagi, keduanya berniat berobat ke dokter umum. Namun di tengah jalan, Yustiani sudah tidak kuat, lalu numpang ke kamar mandi warga.

“Saat di toilet warga itu, pelaku Yustiani melahirkan. Karena takut diketahui pemilik rumah, bayi tersebut langsung dijerat lehernya dengan kain hingga meninggal. Lalu dibungkus kain dan  dibuang di belakang kamar mandi melalui lubang ventilasi,” jelasnya.

Ketika ditemukan warga, bayi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, mayat bayi tersebut dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diotopsi.  “Barang bukti yang diamankan, di antaranya tiga botol obat penggugur kandungan, satu strip Paramex, satu buah botol Sprite, kain lap pel dan dua HP,” katanya.

Baca juga:  Dua Kuli Bangunan Ini Sewa Mobil untuk Curi Kambing

Hingga kemarin, kedua pelaku masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya akan dijerat pasal 342 KUHPterkait tindak pidana seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (mha/aro) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya