alexametrics


Sebar Ajakan Demo, Dua Orang Ditangkap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejumlah media sosial di Semarang, Sabtu (24/7/2021) diramaikan dengan tersebarnya ajakan melakukan aksi demonstrasi. Tertulis aksi akan digelar pada Sabtu (24/7/2021). Salah satu titik kumpul disebutkan di Taman Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik pukul 09.00 WIB. Polisi menangkap dua orang yang diduga sebagai provokator aksi ini.

“Benar, ada dua orang yang kita (Polda Jateng) amankan. Kita juga mengamankan sejumlah barang bukti, handphone, dan screenshot pesan ajakan demo di grup WhatsApp, hingga rekaman zoom meeting,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

Terduga pelaku yang ditangkap tersebut berinisial N dan B. Keduanya ditangkap di Kota Semarang. Mereka diduga ikut merancang aksi demo di wilayah Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Sukoharjo, Brebes dan Kudus. Untuk menyamarkan aktivitas, mereka membuat grup WhatsApp dengan nama “Grup tenis semarang” sebagai sarana koordinasi.

Dijelaskan Iqbal, N diduga menjadi inisiator dan host zoom meeting untuk rapat persiapan aksi demo 24 Juli. Sedangkan B berperan sebagai penyebar ajakan aksi di sejumlah media sosial dan grup WhatsApp. Berdasarkan penyelidikan polisi, para anggota “Grup tenis semarang” ini sempat menggelar zoom meeting pada Kamis (22/7/2021) pukul 20.00 WIB. “Penyidik saat ini melakukan pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut,” ujar dia.

Kemarin, Taman Tirto Agung hingga sore tampak dijaga aparat. Belasan anggota Polri, TNI dan Satpol PP, Sabtu (24/7/2021) sore masih berjaga di kawasan tersebut. Dua kain putih bertuliskan tinta hitam tampak terpasang di sekitar taman. Tulisannya tentang warga Banyumanik menolak adanya aksi yang bisa menimbulkan kerumunan.

Ajakan menggelar aksi juga sempat beredar di Kabupaten Pekalongan Sabtu (17/7/2021) lalu.  Secara garis besar, seruan itu berisi ajakan kepada para pedagang di wilayah Kabupaten Pekalongan terdampak untuk bergabung turun ke jalan menolak kebijakan PPKM Darurat. Pada konten tersebut tertulis waktu pelaksanaan aksi pada Sabtu, 17 Juli 2021 pukul 19.00 WIB dengan titik kumpul di depan Kantor KPU Kabupaten Pekalongan. Selanjutnya massa akan long march ke Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Darnomengatakan pesan berantai yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp terkait seruan aksi menolak PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan adalah tidak benar alias hoax. “Polisi masih menyelidiki siapakah pembuat pertama pesan hoax ini. Saya tahu, orang Pekalongan adalah orang yang teredukasi dan cinta damai. Saya malah khawatir ada pihak luar yang memanfaatkannya,” kata Darno. (ton)

 

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya