alexametrics

Perempuan Muda Otaki Perampokan Fortuner, Korban Dibuang di Sigar Bencah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perempuan muda menjadi otak perampokan disertai kekerasan. Tersangka Siti Kholifah alias Ganis, 25, warga Jalan Lamper Tengah, Semarang Selatan dibekuk anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Ia adalah otak perampokan mobil Toyota Fortuner, yang korbannya dibuang di jurang Sigar Bencah, Tembalang.

Tersangka yang akrab dipanggil Ganis ini ditangkap bersama teman laki-lakinya, Agus Sentoso, 30, warga Brongsong Utara, Kabupaten Kendal. Keduanya ditangkap dalam pengejaran hingga ke Madiun, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021) sekitar pukul 15.30.

“Kedua tersangka dibekuk di depan Terminal Madiun. Saat itu, tersangka Ganis mau membuka handphone milik korban yang dibawa kabur. Handphone tersebut masih dalam kondisi terkunci,” ungkap seorang anggota Polrestabes Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (22/7/2021).

Selanjutnya, kedua tersangka digelandang ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan. Diketahui, tersangka Ganis dan Agus tidak memiliki hubungan spesial.

“Bukan pacarnya, hanya teman biasa. Dia itu (Ganis) kan awalnya tinggal di (Perumahan) Graha Padma. Lalu menjalani isolasi mandiri di sebuah home stay di Pedurungan. Dia itu pengangguran,” bebernya.

Kasus pencurian disertai kekerasan yang dilakukan para tersangka sungguh nekat. Dua korban, yakni Ginza Ghibran Maulana Malik, 25, mahasiswa asal Kelurahan Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dan Aldo Brilianta, 25, mahasiswa warga Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan sempat dibuang di jurang Sigar Bencah, Tembalang.

Baca juga:  Pembunuh Wanita Hamil di DJKost Sempat Pura-Pura Minta Tolong

“Korban dibuang di Sigar Bencah. Sedang mobil Fortuner korban dibawa kabur tersangka dan teman-temannya. Mobil itu kemudian ditinggal begitu saja di pinggir jalan di Demak,” jelasnya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan dua korban ke Polsek Tembalang. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembuangan, serta TKP awal.

“Ini kasus 365 (pencurian dengan kekerasan, Red). Korban dibuang di wilayah Tembalang sekitar pukul 00.00. Sedangkan pelaku yang melakukan kejahatan ini berjumlah empat orang,” ungkapnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya, yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah Muhamad Budi Harjono alias Budi, 20, dan Agus, 27, keduanya warga Kabupaten Kendal.

“Kami masih terus melakukan upaya pencarian. Barang bukti yang kita amankan dari kedua pelaku yakni satu unit mobil Fortuner, dua handphone, uang tunai Rp 2,2 juta, linggis, serta kendaraan,” katanya.

Dijelaskan, kejadian ini bermula saat kedua korban datang menemui tersangka di home stay di Jalan Palabon Raya, Pedurungan, sekitar pukul 22.30. Korban naik mobil Toyota Fortuner warna hitam. Sampai di lokasi, kedua korban masuk home stay, dan bertemu dengan tersangka Ganis, yang saat itu sendirian.

Baca juga:  Beri Hadiah Istri Motor Curian, Pria Ini Dibekuk Polisi

“Modus dari pelaku, berpura-pura akan menjadi donatur atau melaksanakan kegiatan usaha bersama,” bebernya.

Indra Mardiana mengatakan, sebelum menemui tersangka Ganis, korban sudah berkomunikasi lewat handphone. Saat itu, tersangka pura-pura akan memberikan uang kepada korban sebagai bukti ikut andil dalam usaha.

“Sebelumya juga sudah ada pertemuan antara korban dengan tersangka dua kali di tempat berbeda untuk membicarakan bisnis tersebut,” jelasnya.

Selang 15 menit ngobrol dengan kedua korban, tersangka Ganis keluar ruangan. Rencana yang sudah dipersiapkan pun dilakukan. Tiga pelaku laki-laki masuk ke dalam kamar home stay dengan membawa senjata tajam, dan mengancam korban. Tentu saja, kedua korban ketakutan. Kedua korban pun tak berdaya, dan hanya bisa pasrah.

“Ketiga pelaku mengancam kedua korban, mengikat, serta menutup matanya. Lalu, korban dimasukkan ke dalam mobil, kemudian keluar dari TKP. Selanjutnya kedua korban dibuang ke wilayah Sigar Bencah, Tembalang,” bebernya.

Indra juga mengatakan, komplotan ini sempat putar balik, dan mengecek korban di lokasi pembuangan. Saat itu, korban menyelamatkan diri dengan sembunyi di dalam hutan. Sebab, selama penyekapan, korban juga mendapat perlakuan kekerasan.

“Kurang lebih hampir 1,5 jam sampai 2 jam berada di dalam hutan. Merasa sudah aman, korban ke jalan, dan minta tolong pengguna jalan yang lewat. Karena pengguna jalan pada takut, akhirnya korban jalan kaki menuju Polsek Tembalang,” jelasnya.

Baca juga:  Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Selokan Lapangan Sentiyaki Semarang

Tersangka Ganis mengaku mengenal korban melalui media sosial. Hingga akhirnya terjadi komunikasi dan bertemu. Selanjutnya, tersangka merencanakan akal jahatnya dengan mengajak tiga laki-laki tersebut.

“Ketemu lewat DM messenger menjanjikan usaha investasi senilai Rp 1 miliar. Padahal saya tidak punya uang,” akunya.

Ganis juga mengakui, mobil tersebut dibawa kabur menuju arah timur, dan kemudian ditinggal di tepi jalan raya di daerah Demak. Alasan meninggalkan mobil tersebut, Ganis berdalih hanya ingin mengambil handphone dan uang korban.

“Yang bawa mobil ke Demak saya, yang nyopir saya. Kemudian ditinggal, dan kabur,” jelasnya.

Selain itu, Ganis juga membeberkan, sebelum membuang korban ke Tembalang, terlebih dulu mampir ke mesin ATM BCA di Tlogosari mengambil uang korban.

“Mengambil uang di ATM Rp 200 ribu, di dalam hanya ada uang Rp 1,7 juta. Saya tidak bertanya (pin ATM), tapi saya diberitahu,” terangnya.

Namun yang lebih mengejutkan, Ganis mengaku tinggal di dalam home stay untuk isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.  “Saya nyewa home stay satu minggu, kemarin saya isolasi karena covid,” katanya. (mha/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya