alexametrics

Ditemukan Puntung Rokok dan Alat Kontrasepsi di Kamar Kos Raras

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kematian Raras Kurnia Dewi, 29, warga Depokrejo, Kebumen di kamar  kos D’Paragon Jalan Jogja No 26, Randusari, Kota Semarang masih menyisakan misteri.

Penghuni kos yang satu deretan dengan kamar korban mengaku sempat mencium bau tak sedap. Namun demikian, perempuan cantik berambut sebahu ini belum mengetahui sumber bau tersebut.

“Awalnya kayak bau-bau anyir gitu. Saya nyium sejak dua hari yang lalu. Tapi menyengatnya hari ini. Makanya kamar mandi saya tak kasih Wipol, khawatirnya ada apa gitu,” ungkap perempuan yang mengaku bernama Salsa.

Ia mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara berisik dari luar kamar yang dikiranya petugas kebersihan. Namun setelah keluar kamar, ternyata banyak polisi d lantai dua kos mewah tersebut.

“Kita juga gak kenal (dengan korban), tidak komunikasi. Ya anak-anak sini kan pulang kos langsung masuk kamar masing-masing. Tidak pernah ngobrol. Saya juga baru di sini,” katanya.

Baca juga:  Banjir Masih Tinggi, Warga Damarwulan Diungsikan ke Masjid

Salsa juga mengaku, sebelum ditemukan tewas, beberapa hari lalu, sempat melihat beberapa orang datang dan menemui korban di dalam kamar. Namun ia tidak mengenal orang-orang tersebut.

“Terakhir aku melihat mas-mas masuk kamar. Kalau sebelumya ada mbak-mbak dua orang. Aku juga tidak dengar suara gaduh atau apa. Kalau dering HP atau apa biasanya kedengaran. Tapi, ini gak dengar apa-apa,” akunya.

Kejadian langsung dilaporkan ke Polsek Semarang Selatan, dan diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Hasil olah TKP di kamar korban ditemukan bungkus kondom Sutra, beberapa puntung rokok merek berbeda di asbak, serta minuman kaleng warna biru kombinasi putih bertuliskan Bintang.

“Saat ditemukan mata korban melotot, dan lidahnya menjulur keluar. Tapi belum diketahui penyebabnya, apakah pembunuhan atau bukan, masih menunggu hasil otopsi,” ungkap anggota Polrestabes Semarang di lokasi kejadian.

Baca juga:  Sudah Beraksi 289 Kali, Pelaku Teror Lempar Batu Ditembak

Dugaan pembunuhan muncul karena handphone korban diketahui hilang, dan kamar korban dikunci dari luar. “Kalau dikunci dari dalam, biasanya kunci masih menempel. Tapi ini tidak ada. Pintu harus dibuka dari luar pakai kunci serep,” jelasnya.

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo dan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana sempat mendatangi lokasi kejadian.

Indra mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. “Saksi mengaku melihat korban terakhir hari Jumat (2/7/2021) lalu, jadi kami perkirakan korban meninggal tiga hari lalu,” katanya.

Terkait ditemukannya obat-obatan di kamar korban, Indra mengatakan masih melakukan pendalaman apakah barang tersebut sengaja dikonsumsi saat korban sakit, atau hanya sebatas dikonsumsi rutin. “Kami juga lagi mencari sepeda motor korban,” ujarnya.

Baca juga:  Satu Orang Meninggal Akibat Longsor di Delikrejo Semarang

Pengamatan koran ini, penghuni kos mewah ini campuran, laki-laki dan perempuan. Setiap tamu yang datang harus meninggalkan kartu identitas.  “Setiap tamu meninggalkan KTP dan nomor telepon. Tamu terakhir yang datang (bertemu korban), terlihat di CCTV. Tamunya cowok,” beber sumber koran ini.

Sayangnya, yang bersangkutan enggan menjelaskan ciri-ciri detail laki-laki tersebut. Begitu pula jam kedatangannya.  “Kalau itu kurang tahu. Saya di sini juga baru. Mungkin mas-mas yang tadi,” kilahnya sembari menunjuk penjaga rumah kos yang kemarin dimintai keterangan polisi.

Setelah olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi dengan mobil ambulans Lotus Suci. Jazad korban dilakukan otopsi. (mha/aro) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya