alexametrics

Gagal Kabur, Dua Begal HP Babak Belur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dua remaja warga Jomblang, Kecamatan Candisari babak belur dihakimi warga di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang. Pasalnya mereka tertangkap tangan setelah mencuri ponsel milik pedagang angkringan.

Dua tersangka bernama Agil Wisna Suraji, 21, dan Adi Kurniawan alias Kunyek, 19. Sedangkan korban adalah Karina, mahasiswi asal Semarang Selatan. Barang berharga berupa ponsel merk Oppo A3S warna ungu sempat diembat pelaku.

Pencurian ini terjadi Minggu, (27/6/2021) sekitar pukul 11.45 WIB. Lokasi kejadian berada di warung angkringan, tempat jualan korban di Jalan Prof Suharso, Kelurahan Sendangmulyo. Saat itu korban didatangi pelaku Agil yang turun dari kendaraan Suzuki Satria FU, diboncengkan tersangka Adi Kurniawan.

Baca juga:  Lima Bulan Beroperasi, Penjual Alat Rapid Test Ilegal Untung Rp 2,8 Miliar

“Korban ini sedang jualan. Pelaku berpura-pura membeli es. Saat (ponsel) korban ditaruh, kemudian diambil tersangka AW,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana di Mapolrestabes Semarang Selasa (29/6/2021).

Usai mengambil ponsel, Agil langsung berlari menuju arah rekannya yang sudah siap duduk di kendaraan untuk kabur menuju arah Meteseh. Korban yang telah mengetahui, langsung berteriak maling dan mengundang perhatian warga sekitar. “Saat berusaha kabur dan diteriaki maling, sepeda motor pelaku sempat jatuh di tengah jalan. Kemudian diamankan,” bebernya.

Selanjutnya, para tersangka digelandang ke Mapolsek Tembalang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan. Hasil pemeriksaan sementara, Indra mengatakan, pelaku mengaku baru sekali beraksi dan langsung tertangkap. “Keterangan dari tersangka yang kita ambil dari BAP baru sekali. Namun kita lakukan pendalaman lebih lanjut, untuk mengetahui apakah ada TKP dan korban-korban lain yang dilakukan para tersangka,” jelasnya.

Baca juga:  Dituding Dalang Pembunuhan, Gus Arya Lapor Polda

Saat ini, keduanya masih mendekam di Mapolsek Tembalang untuk dilakukan penyidikan dan diproses hukum. Akibat perbuatanya, mereka akan dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sementara, tersangka Agil mengakui perbuatanya dengan alasan untuk kebutuhan hidup. “Rencana saya jual selakunya, buat makan,” katanya. (mha/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya