alexametrics


Minta RS Hermina Keluarkan Rekam Medis dan Rujukan

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Setelah gagal dalam upaya mediasi, kasus  dugaan malapraktik Rumah Sakit (RS) Hermina Semarang berlanjut ke persidangan. Kini, penggugat Jevry Christian yang diwakili kuasa hukumnya Iput Prasetyo Wibowo mengajukan putusan sela.

Hal tersebut terungkap dalam sidang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (25/6). “Kami minta putusan sela atau pendahuluan pada tergugat untuk menyerahkan rekam medis dan rujukan berobat ke rumah sakit lain. Atau pengobatan selanjutnya untuk kepentingan perawatan dan pengobatan pasien, Ningrum Santi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (26/6).

Selama ini, lanjutnya, rekam medis tidak dikeluarkan oleh RS Hermina. Akibatnya, Jevry dan istrinya kesulitan untuk berobat lanjutan. Beberapa kali Jevry mengalami penolakan dari rumah sakit, karena tidak adanya rekam medis dan rujukan yang dibutuhkan untuk mengetahui riwayat penyakit.

“Kemarin dibawa ke RSUP dr Kariadi dua kali ditolak, karena tidak ada rujukan dan rekam medis. Pihak RS butuh history yang sampai saat ini belum diberikan oleh RS Hermina Semarang,” tambahnya.

Terkait permintaan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan kepada tergugat untuk menyampaikan jawaban secara tertulis pada sidang selanjutnya, Kamis (1/7/2021). Setelah itu, baru diberikan putusan sela terhadap permintaan yang diajukan.

Meski menurut Iput, sebenarnya majelis hakim bisa langsung memberikan putusan tanpa menunggu jawaban tergugat. Hal tersebut tertuang dalam undang-undang bahwa rekam medis bisa diminta berdasarkan putusan pengadilan dan perintah penyidikan.

“Harapan saya ini segera. Kasian dengan Ningrum Santi. Jadi tidak ada alasan rekam medis tidak diberikan, karena itu merupakan hak pasien,” tegasnya.

Dalam sidang tersebut, para tergugat yaitu RS Hermina, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anestesi, dokter umum, serta turut tergugat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Semarang diwakili oleh kuasa hukum. Sementara, tergugat Dinas Kesehatan Kota Semarang tidak hadir.

Sementara itu, kasus dugaan malapraktik di RS Hermina Semarang
ini terkait dengan peristiwa sepasang suami istri yang kehilangan anak
pertamanya sewaktu Ningrum Santi yang menjalani persalinan di rumah sakit
tersebut. Tak hanya itu, pasien juga mengalami lumpuh hingga saat ini. Penggugat mengalami kerugian material Rp 8,8 miliar dan kerugian immaterial Rp 17 miliar. (ifa/ida) 

 

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya