alexametrics

Surat Swab Palsu Pakai Kop RS Dr Asmir Salatiga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Satgas Covid-19 Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mengamankan calon penumpang bernama Pratmin, 56, warga Jalan Inpres Ujung, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru yang membawa surat keterangan hasil swab antigen palsu, Selasa, (18/5/2021) sekitar pukul 08.15.

Calon penumpang itu mengaku mendapatkan surat keterangan hasil swab antigen palsu dari seseorang dengan harga Rp 100 ribu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, tersangka meminta kepada temannya untuk menyiapkan surat hasil swab antigen yang seolah-olah dikeluarkan oleh Laboratorium Klinik RS Dr Asmir Salatiga tanpa dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan koordinasi, pihak laboratorium mengklaim tidak pernah mengeluarkan surat keterangan hasil antigen yang dimiliki pelaku.

Baca juga:  Kreditur Berharap PKPU PT BMJ Capai Homologasi

“Sebenarnya yang bersangkutan tidak pernah dilakukan pemeriksaan swab antigen. Pelaku meminta surat hasil antigen kepada temanya yang identitasnya sudah kita ketahui, dan masih dalam pengejaran. Rumah sakit tersebut juga tidak mengeluarkan surat keterangan tersebut, artinya ini dipalsukan,” bebernya.

“Surat tersebut ditandatangani oleh penanggung jawab laboratorium atas nama A. Padahal yang bersangkutan sudah dimutasi beberapa bulan lalu, jadi bukan lagi pejabat yang berada di rumah sakit tersebut,” lanjutnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan polisi. Pelaku akan dijerat pasal 268 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Hingga kemarin, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembuat surat keterangan hasil swab antigen palsu tersebut.

Baca juga:  Tak Terima Diputus, Tusuk Mantan Pacar dan Kekasih Barunya

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0733/BS Semarang Kolonel Inf Yudhi Diliyanto yang hadir dalam gelar perkara kemarin mengaku telah mengonfirmasi rumah sakit sesuai kop di dokumen tersebut.

“Sudah kami konfirmasi, ternyata dokumen ini palsu, dan rumah sakit tidak pernah mengeluarkan. Jadi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus surat keterangan hasil swab antigen sesuai prosedur sebelum bepergian,” katanya.

Yudhi juga menegaskan jika scaning stampel dalam lembaran surat tersebut dipastikan palsu. “Ini jalan pintas, seolah-olah dokumen ini asli,” tegasnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya