alexametrics

“Win, Esuk Mau Isih Sehat, Isih Ngobrol. Kok Saiki Koyo Ngene Tho Nduk”

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kastiah histeris saat jenazah putrinya dibawa keluar rumah oleh tim Inafis Polrestabes Semarang, Kamis (18/3/2021). Keluarga dan tetangganya berusaha menenangkan.

“Win, esuk mau isih sehat, isih ngobrol. Kok saiki koyo ngene tho nduk,” teriak histeris Kastiah sambil memeluk pilar tembok di rumah putrinya, Wiwin Listiyani, 31, warga Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang yang kemarin ditemukan tewas  di tempat tidur kamarnya.

Siang kemarin, jenazah wanita yang akrab dipanggil Wiwin itu dinaikan kereta dorong ke mobil ambulans. Ia akan dibawa ke RSUP dr Kariadi guna dilakukan otopsi.

Janda satu anak itu ditemukan sudah tak bernyawa oleh Kastiah, ibunya, saat akan membangunkan putrinya itu sekitar pukul 12.30.  Diduga kuat, korban tewas dibunuh oleh mantan suaminya, Erik Yuliarto, warga Goa Kreo, Kandri, Gunungpati, yang datang ke rumah korban sekitar pukul 08.00. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka cekikan warna hitam di leher, dan wajah luka lebam.

Baca juga:  Ternyata Ini Motif Agus Subakit hingga Tega Menghabisi Nyawa Emy Listiyani

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sekitar pukul 12.30, Kastiah yang tinggal di samping rumah bersama kakak korban bermaksud membangunkan putrinya tersebut. Sebab, pukul 14.00, korban harus masuk kerja di pabrik.

“Sebelumnya, Wiwin memang sudah pesan agar dibangunkan sebelum pukul 13.00 karena pukul 14.00 dia (korban) mau berangkat kerja. Awalnya, ibunya juga tidak curiga,” kata Wasis, paman korban kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian.

Saat masuk kamar korban, lanjut Wasis, Kastiah melihat Wiwin terlentang di tempat tidur. Kastiah sempat teriak membangunkan anaknya, tapi diam saja. Ia lalu mendekat, ternyata korban sudah tidak bergerak. Tubuhnya kaku. Seketika, Kastiah teriak histeris sambil berlari keluar rumah. “Ternyata Wiwin sudah meninggal. Ada bekas cekikan di leher, dan lebam di wajah,” ujarnya.

Baca juga:  Soal Asmara, Lima Wanita dan Dua Pria Berkelahi

Saat ditemukan tewas, korban mengenakan baju dan celana 3/4 warna putih motif lingkaran hitam dan merah.

Wasis menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, mantan suami korban, Erik Yuliarto, datang sekitar pukul 08.00. Erik sempat ngobrol dengan korban di dalam kamar. Erik juga sempat meninggalkan rumah korban sekitar pukul 09.00, namun kembali lagi sekitar pukul 10.00.”Dia mantan suami Wiwin. Sudah cerai. Belum lama ini sudah mendapat putusan pengadilan,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.00, Erik keluar dari rumah korban dengan langkah terburu-buru. Ia langsung mengendarai motor Honda Beat warna merah kombinasi putih, dan melaju kencang ke arah Goa Kreo.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Gunungpati, dan diteruskan ke Polrestabes Semarang. Begitu menerima laporan, polisi segera meluncur ke TKP. Sejumlah anggota Unit Inafis Polrestabes Semarang juga datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tampak di lokasi, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana bersama anggota Resmob.

Baca juga:  Giatkan Literasi di Tengah Pandemi

“Masih kita dalami penyebab meninggalnya korban. Kami belum bisa menyimpulkan apakah itu pembunuhan. Namun dari keterangan beberapa saksi yang ada di TKP, tadi pagi korban masih melaksanakan aktivitas seperti biasa,” katanya.

Ia mengatakan, keterangan dari saksi, sebelum ditemukan meninggal, terdapat mantan suami dan anak korban. Namun mereka sudah tidak ada di lokasi sejak korban ditemukan meninggal.

“Sampai dengan saat ini, suami korban tidak ada. Anak korban yang berusia 5,5 tahun juga ikut dibawa. Kami masih melakukan upaya pencarian mantan suami korban,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, kata dia, ditemukan luka warna hitam di leher korban.  “Kami lihat di leher menghitam, dan kami akan menindaklanjuti dengan dilakukan otopsi.  Ini untuk mengetahui jam berapa korban meninggal? Karena tadi pagi (kemarin) masih melaksanakan aktivitas,” katanya. (mha/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya