alexametrics

Gara-Gara Tanah Warisan, Ibu 64 Tahun Ini Dipolisikan Anak Kandungnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus anak melaporkan ibu kandung kembali terjadi. Kali ini, dialami Meliana Widjaja, 64, warga Gajahmungkur. Janda empat anak ini dilaporkan terkait dugaan pemalsuan dokumen. Pelapornya, JWR, 39, warga Papandayan, Gajahmungkur. JWR adalah anak ketiga pasangan Meliana dengan almarhum Sardjono.

Kuasa hukum Meliana Widjaja, Deddy Gunawan, menjelaskan, kliennya diadukan JWR ke Polrestabes Semarang pada Senin (21/12/2020) lalu. Kasus ini bermula ketika Meliana hendak membaliknama dua bidang tanah di lingkungan pekarangan rumah anaknya yang pertama, Tommy Widjaja, di wilayah Kecamatan Gajahmungkur.

Sertifikat kedua bidang tanah  seluas 220 meter persegi, dan 221 meter persegi itu masih atas nama almarhum Sardjono. Selanjutnya, Meliana  berkonsultasi dengan wanita berinisial R, yang memiliki anak seorang notaris. R  adalah rekan dari almarhum Sardjono.

“Ibu R menyampaikan sekarang baliknama sertifikat tanah bisa online. Kemudian Bu Meliana dimintai data, termasuk sertifikatnya,” jelas Deddy kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nah, seiring berjalannya waktu, lanjut Deddy, kliennya merasa ada yang janggal dari akta waris yang sudah jadi. Sebab, di akta waris, nama-nama para ahli waris tidak tercantum semua. Yang tertulis hanya nama Meliana dan Tommy. Sedangkan nama anak kedua Olivia Grace, dan anak ketiga, JWR tidak tercantum. Tentu saja hal ini membuat JWR marah, karena namanya sudah dihilangkan.

Baca juga:  Peredaran Dikendalikan Napi Batam, Kurir Diberi Upah Rp 5 Juta

Meliana sendiri langsung minta kepada R untuk membatalkan akta waris itu. Sehingga nama sertifikat tanah kembali ke Sardjono. Namun R tak kunjung membatalkan. Bahkan semua berkas yang sudah telanjur diberikan, belum kembali ke tangan Meliana. “Ketika Bu Meliana bilang gak jadi, Bu R malah bilang wis kowe kan rak reti hukum, Wong awam, tinggal bayar pajak saja,” terangnya.

Hingga akhirnya Meliana menyerahkan sejumlah uang kepada R untuk membayar pajak pengurusan sertifikat tanah ke nama-nama ahli waris. Nah, diduga karena itulah, JWR semakin marah. Sebab, namanya dihilangkan dari daftar ahli waris. Puncaknya, ia nekat melaporkan ibunya ke Polrestabes Semarang.

Meliana sendiri baru tahu dilaporkan ke polisi setelah mendapat undangan dari penyidik Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan sebagai terlapor.

Baca juga:  Lima Pengedar Narkoba Ditangkap

“Klien saya dituding telah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik. Sehingga mengakibatkan sertifikat tanah Sardjono berganti nama menjadi Meliana dan Tommy,” jelasnya.

Deddy mengakui, hubungan JWR dengan ibu kandungnya sudah tidak harmonis sejak 2010. Tepatnya, saat JWR disekolahkan di Australia hingga akhirnya dideportasi karena bermasalah. JWR semakin berani dengan ibunya pasca sang ayah meninggal pada 2008.

“Dia berani dengan ibunya. Bahkan, semua aset perusahaan langsung dikuasai oleh anak nomor tiga ini. Kejadian ini juga dipakai JWR untuk menekan Ibu Meliana dengan meminta warisan,” katanya.

Deddy mengatakan, kliennya sudah dipanggil penyidik Polrestabes Semarang sebanyak dua kali ini. Meliana menghadiri pemanggilan kali pertama pada Senin (8/2/2021) lalu. Deddy sendiri baru kemarin mendampingi Meliana. Pada pemanggilan pertama, Meliana didampingi lawyer lain.

“Kami sudah menawarkan mediasi, tapi Ibu Meliana menolak karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 miliar. Itu yang akan diberikan kepada JWR. Namun tidak ada tanggapan dari JWR, dan cenderung menantang agar laporannya dilanjutkan sampai ke peradilan,” bebernya.

Baca juga:  Kreditur KSP Intidana Ajukan Pembatalan Homologasi

Pihaknya mengapresiasi penyidik yang sangat profesional dan humanis. Terbukti, ketika kondisi kliennya sudah mulai menangis dan histeris, pemeriksaan langsung dihentikan.

“Tadi juga pingsan. Dari penyidik memberikan suatu kebijakan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan nanti menunggu undangan pemanggilan berikutnya. Intinya beliau kepengin ibu ini sehat dulu,” katanya.

Deddy berharap, perkara anak melaporkan ibu kandung ini diselesaikan dengan restorative justice seperti yang pernah disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Saya juga berharap Ibu Meliana ini mendapat kan keadilan. Sebenarnya beliau ini korban, ketidaktahuan beliau. Bahkan, beliau sendiri ketika mengetahui bersalah langsung meralat dan mengembalikan. Sehingga tidak terjadi kerugian materi. JWR sebenarnya juga tidak dirugikan,” ujarnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya