alexametrics

Merasa Dihantui Korban, Pembunuh di Hotel Royal Phoenix Menangis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Okta Apriyanto, 37, pembunuh Meliyanti, 26, warga Subang, Jawa Barat, mengaku terus dihantui korban ketika mendekam di tahanan Mapolrestabes Semarang.

“Saya dihantui saat akan salat Subuh. Saya pun menangis,” ujarnya di sela rekonstruksi yang digelar Polrestabes Semarang, di Hotel Royal Phoenix Selasa (16/2/2021).

Okta mengakui, khilaf. Perbuatannya dilakukan karena emosi sesaat. Pihaknya juga ingin minta maaf kepada keluarga korban. “Awalnya mau saya nikahin. Saya dengan korban baru nikah sirih di Kebumen,” ujar warga Wonosobo itu.

Sementara, kegiatan rekonstruksi dilakukan di kamar hotel 102 yang disewa pasangan tersebut. Reka ulang diwali saat Okta Apriyanto terjadi percekcokan dengan Meliyanti. Percecokan tersebut terjadi setelah keduanya melakukan hubungan badan. Selanjutnya, Okta mencekik korban dan membenturkan kepala korban ke lantai berkali-kali. Setelah tidak bergerak pelaku menyeret korban ke arah depan kamar mandi, dan akhirnya jasadnya disembunyikan di lemari.

Baca juga:  Ribuan Pedagang Johar belum Daftar Online

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, Iptu Reza Arif Hadafi mengatakan, fokus rekonstruksi menyesuaikan keterangan-keterangan tersangka dan saksi. Hasil keterangan tersebut dibandingkan dengan hasil otopsi.

“Ada 14 adegan pada rekontruksi tersebut. Terdapat kesimpulan korban mati lemas karena cekikan,” bebernya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana mengatakan belum ada temuan baru dalam kasus ini. Menanggapi terkait dugaan adanya praktik prostitusi online, Indra mengatakan telah berkoordinasi dengan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

“Kita akan berkoordinasi dengan Krimsus, Subdit Cyber untuk meminta kerja sama, kita masih melakukan pendataan. Sementara, kami masih mendalami kejadian di TKP saja,” katanya. (mha/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya