alexametrics

Tersangka Pembunuhan di Hotel Royal Phoenix Ternyata Germo Prostitusi Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Okta Apriyanto, 30, tersangka pembunuhan di Hotel Royal Phoenix Semarang mengakui sakit hati dan emosi karena sering dicaci maki oleh korban.

“Selalu dikatain ‘koe wong lanang ki kerjo ngopo’. Saya emosi karena dicaci maki. Setiap hari. Dia juga cemburu dengan wanita lain yang freelance disitu,” jelasnya.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, tersangka bersama korban setiap ke Semarang selalu menginap di Hotel Royal Phoenix dan membuka prostitusi online open BO (booking online). Sehari bisa melayani lima pria hidung belang.

“Menggunakan aplikasi online, MiChat. Pelanggan banyak. Saya dapat Rp 100 ribu. Dia dapat Rp 150 ribu. Kemudian juga bayar kamar,” katanya.

Baca juga:  Bermodus Kawal Teman Setor Uang, Sekuriti Toko Emas Rampok Rp 420 Juta

Keduanya sudah menjalin hubungan selama dua tahun bermula sama-sama bekerja di salah satu kafe di Cilacap, dan menikah siri di Kebumen karena tersangka sedang menjalani lroses perceraian dengan istri pertamanya.
“Kalau tahun sebelumnya di Kebumen. Biasanya dia pulang Subang saya ke Wonosobo,” katanya. (mha/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya