alexametrics

Ibu yang Digugat Anaknya Belum Sepakati Empat Poin Perdamaian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gugatan perdata Alvian Prabowo, 26, kepada ibu kandungnya, Dewi Firdauz, 52, belum ada titik temu. Dewi masih keberatan dengan empat poin perdamaian yang ditawarkan.

“Untuk persyaratan perdamaian itu, Bu Dewi masih keberatan. Alasannya, belum ada keadilan di kesepakatan itu,” ungkap Hariyanto, salah satu kuasa hukum Dewi Firdauz dari LBH Demak Raya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dijelaskan, poin pertama yang menyebutkan dalam waktu tiga hari sejak ditandatanganinya kesepakatan, pihak pertama (dr Agus Sunaryo/ayah Alvian) dan pihak kedua (Dewi Firdauz) akan mencabut semua permohonan gugatan banding dan/atau permohonan kasasi yang bersangkutan dengan permohonan para pihak.

Iya, harusnya disepakati dulu, kita butuh kepastian hukum. Kepastian gono gininya itu seberapa? Kalau di tingkat pertama, (pembagian) setengah-setengah, ya itu,” katanya.

Baca juga:  6.999 Napi di Jateng dapat Remisi Idul Fitri

Hariyanto membeberkan, pada perkara gono gini antara kliennya dengan Agus Sunarso, mantan suami Dewi Firdauz. Perkara gono gini tersebut, Dewi minta pembagian 50:50.

“Karena sudah disepakati setengah-setengah, tapi Pak Agusnya banding. Putusan banding itu ada intrik masuknya anak. Padahal sudah ada isi perdamaian atau perjanjian bersama, waktu setelah cerai maupun mau mengajukan gono gini itu,” bebernya.

Poin kedua, dalam waktu tujuh hari, sejak dilakukannya pencabutan, sebagaimana yang dimaksud dalam angka satu, pihak ketiga akan mencabut gugatan kepada pihak pertama dan pihak kedua. Poin ketiga apabila ingin dilakukannya pembagian harta bersama  berdasarkan musyawarah untuk kesepakatan para pihak. Sedangkan poin empat, para pihak berjanji akan hidup dengan damai tanpa adanya pertikaian.

“Karena memang gono gini ya dibagi setengah-setengah. Berikutnya baru kalau Pak Agus minta dibagi empat. Artinya, anak dimasukkan. Harusnya tidak boleh. Aturan hukumnya tidak boleh, karena istilahnya gono bapak, gini ibu,” jelasnya.

Baca juga:  Tiga Kali Mangkir, Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Purworejo Ditangkap

Hariyanto mengatakan, di dalam memori banding  yang dilakukan Agus Sunarso tersebut, terdapat hal-hal yang dianggap menyudutkan kliennya sebagai seorang perempuan. Bahkan, juga ada pernyataan dari anak pasangan Dewi dan Agus.

“Ini mempengaruhi putusan banding. Akhirnya pembagian gono gini itu 3/4 untuk Pak Agus, dan 1/4 Bu Dewi. Anaknya itu masuk di-include Pak Agus,” bebernya.

“Artinya itu kan ndak pas. Akhirnya kenapa Bu Dewi sampai melayangkan kasasi. Karena di dalam banding itu ada pernyataan dari anaknya yang menyudutkan Bu Dewi. Itu muncul ke fitnah. Anak kok sampai dimunculkan di materi,” sambungnya.

Pihaknya berjanji akan terus mendampingi kliennya dalam persidangan berikutnya yang dijadwalkan pada Rabu besok. Agendanya sama dengan persidangan sebelumnya, yakni replik dari penggugat. “Kalau Mas Alvian ingin masalah ini selesai, ya sudah cabut dulu gugatan ini. Baru isi-isi perdamaian kita matangkan,” katanya.

Baca juga:  Layanan PDAM Kendal Semakin Prima

Menurutnya,  gugatan Alvian terhadap ibu kandungnya diduga dari rentetan perkara gono gini antara kedua orangtuanya. Karena adanya perseteruan yang tidak selesai.

“Kalau perkara gugatan Mas Alvian Itu kan sudah masuk di proses persidangan, dan majelis hakim mengupayakan tetap ada mediasi. Sebelum ada putusan, majelis hakim pengin ada mediasi di luar.”

Pada sidang besok, pihaknya berharap tergugat satu, tergugat dua, dan penggugat hadir. Sehingga upaya perdamaian bisa dicapai. “Bu Dewi menyampaikan ingin ketemu langsung dengan anaknya. Semoga saja saat sidang besok bisa hadir,” harapnya. (mha/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya