alexametrics

Sindikat Ini Cetak Upal Miliaran Rupiah, Seminggu Untung Rp 40 Juta

Rekomendasi

26 Napi Dipulangkan, Tapi Tak Boleh Keluar Rumah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 26 narapidana Lembaga Kelas I A Semarang atau Lapas Kedungpane dipulangkan. Mereka mendapat bebas asimilasi...

BNNP Buru Bos Besar Pemasok Sabu Jaringan Oknum Polisi

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ahmad Sofyan, 36, warga Bukit Cikasungka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten digelandang ke Mako Badan Narkotika Nasional Provinsi...

Komplotan Begal Ini Diketuai Bocah 16 Tahun, Anggotanya Para Residivis

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga begal jalanan digulung aparat Satreskrim Polrestabes Semarang. Selain itu, juga diamankan dua penadahnya. Tak tanggung-tanggung,...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Praktik pembuatan uang palsu (upal) dibongkar anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Sindikat kejahatan ini telah beroperasi selama tiga tahun. Keuntungannya Rp 40 juta per minggu.

“Pembuatan uang palsu ini lebih kurang sudah tiga tahun. Seminggu Rp 40 juta. Tinggal dikalikan selama tiga tahun,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/11/2020).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan empat pelaku di tempat terpisah. Yakni, Yasir Nugroho alias Iyas, 35, warga Dusun Kumbo, Kelurahan Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi; Suripto, 51, warga Kwarasan, Kelurahan Timbang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo; Achmad Sodikin alias Dikin, 49, warga Kertosono, Kelurahan Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, dan Yapto Sudibyo, 34, warga Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Kapolrestabes didampingi Kasatreskrim AKBP Indra Mardiana membeberkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak bank di Kota Semarang yang menemukan uang palsu di mesin ATM setor tunai di kawasan Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 09.00. Saat itu ditemukan 34 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. “Jadi, pelaku setor tunai dengan uang palsu di dalam mesin ATM itu,” katanya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan terkait pelaporan tersebut berhasil menangkap para pelakunya. Pelaku yang ditangkap kali pertama adalah Yapto Sudibyo. Ia disergap saat mengemudikan mobil sendirian melintas di Jalan Raya Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 10.00.

Setelah dilakukan pengembangan, berhasil mengamankan pelaku Dikin di kawasan Pasar Pahing, Kabupaten Purbalingga. Sedangkan pelaku Yasir ditangkap di daerah Muktiharjo Kidul, Kota Semarang. Dari tangan pelaku Yapto, ditemukan barang bukti uang palsu yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Adapun barang bukti yang kita sita uang palsu senilai Rp 1 miliar. Termasuk barang bukti lain, ada delapan printer dan satu komputer,” bebernya.

Dijelaskan, pelaku Yapto yang bertugas mencetak uang palsu. Segala peralatan sudah disiapkan, mulai alat sablon, kertas, hingga printer. Ia sudah membuat aplikasinya dan tinggal mencetak uang palsu menggunakan printer. Setelah jadi, kemudian dijual kepada pelaku Achmad Sodikin. Selanjutnya Sodikin menjual kepada pelaku Suripto. Termasuk kepada Yasir. Yang menjadi sasaran peredaran upal ini adalah warung kelontong di kampung-kampung.

“Uang palsu Rp 10 juta (100 lember) mereka jual seharga Rp 2,7 juta. Kemudian oleh pembeli akan dijual lagi seharga Rp 3 juta. Mereka belanjakan ke toko-toko kecil, diedarkan di kalangan bawah, di warung dan sebagainya. Buat beli rokok ataupun beli makan,” jelasnya.

Yapto juga memasukkan uang palsu di mesin ATM setor tunai. Begitu berhasil masuk ke ATM, otomatis tercatat di saldo rekening pelaku. Setelah itu, pelaku mengambil uang asli di mesin ATM lain.

Mesin ATM setor tunai tak berhasil mendeteksi uang palsu tersebut, lantaran pelaku melakukannya dengan cerdik. Setiap memasukkan satu bendel uang palsu, ia sengaja menggunakan uang asli di lembaran depan dan belakang. Jadi, uang palsu diletakkan di tengah.

“Mereka sudah beberapa kali melakukan aksi ke mesin ATM setor tunai. Sekali memasukan uang palsu ke ATM mulai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta,” jelasnya. (mha/aro/bas)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Saling Berbagi Bersama Anak

RADARSEMARANG.ID - Begitu divonis positif Covid-19, saya langsung memutuskan isolasi mandiri. Berarti dua kali saya menjalaninya. Yang pertama, 28 Maret...

Lainnya

Tersangka Sempat Mondar-Mandir Sebelum Membuang Jenazah Emy Listiyani di Jalan Pramuka

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Agus Subakit (AS), 36, pelaku pembunuhan Emy Listiyani, 26, warga Kampung Ngabean, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang,...

26 Napi Dipulangkan, Tapi Tak Boleh Keluar Rumah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 26 narapidana Lembaga Kelas I A Semarang atau Lapas Kedungpane dipulangkan. Mereka mendapat bebas asimilasi...

Komplotan Begal Ini Diketuai Bocah 16 Tahun, Anggotanya Para Residivis

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga begal jalanan digulung aparat Satreskrim Polrestabes Semarang. Selain itu, juga diamankan dua penadahnya. Tak tanggung-tanggung,...

Kenal Kurir Narkoba di Facebook, Awalnya Mengaku Ambil Bawang Putih

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tersangka kurir narkoba M Ulin alias Cunong, 29 yang dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengakui mendapatkan barang...

Bukannya Fokus Kuliah, Mahasiswa Ini Malah Curi Sepeda Motor

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang remaja asal Kudus ditangkap Unit Reskrim Polsek Tembalang. Laki-laki yang merupakan mahasiswa di kampus ternama...

Peninjauan Kembali Agnes Siane Ditolak Mahkamah Agung

RADARSEMARANG.ID - Kasus sengketa tanah atas Sertifikat Hak Milik (SHM)/15, di Jalan Tumpang Nomor 5, Gajahmungkur Semarang memasuki babak...

Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Pasutri Gantung Ibu di Pohon Rambutan

RADARSEMARANG.ID, Temanggung -  Anak dan menantu menghabisi nyawa ibunya dengan dalih mendapatkan bisikin gaib. Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku...

Penyuap Bupati Kudus Dituntut 3 Tahun Penjara

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut terdakwa yang pernah menjabat (Pelaksana tugas) Pelaksana tugas (Plt)...

Gawat, Permen Sari Daun Ganja Diselundupkan dari Amerika

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap peredaran narkoba modus baru. Narkoba tersebut berupa permen...

Sudah Divonis 10 Tahun masih Kendalikan Narkoba

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Vonis 10 tahun yang dijatuhkan kepada terdakwa Nurkhan atas kasus narkotika tidak membuatnya kapok. Dia masih...

Buron Penipuan Rp 5,2 M Tertangkap di Bali

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Direktur CV Samudera Rianto Mukjanto ditangkap tim Kejaksaan Negeri Semarang bersama Polda Jateng Senin (2/11/2020) lalu....

Tersangka Sempat Bermesraan di Kamar Kos

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Motif pembunuhan Emy Listiyani (EL), 26, warga Ngabean, Kelurahan/Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang akhirnya terungkap. Emy dibunuh...

Menarik

Pantau Performa Sekaligus Cari Komposisi Terbaik

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelatih PSIS Semarang tetap punya cara untuk memantau performa anak asuhnya pasca latihan tiga pekan. Dengan...

Ribuan Gamers Bersaing dari Rumah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan gamers Mobile Legend dari berbagai penjuru Tanah Air bertanding di Nasional E-sport War From Home...

Nila Uswatun Khasanah, Biasa Hadapi Customer Rewel

RADARSEMARANG.ID - Di sela kuliah, Nila Uswatun Khasanah menekuni bisnis online shop. Mahasiswi Universitas Negeri Semarang ini berbisnis di...

Berhitung mnjadi Mudah dengan Bermain Dakon

RADARSEMARANG.ID, Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 58 Tahun 2009, PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan...

Faiqoh Salsabila, Suka Melukis Bangunan Lama

RADARSEMARANG.ID, Faiqoh Roshwah Salsabila, 20, kembali menemukan hobi yang dulu sempat dikembangkan saat SMP. Awal masuk kuliah ia merasa...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: