alexametrics

Tersangka Sempat Bermesraan di Kamar Kos

Menarik

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan...

Teknik Scanning Tingkatkan Keterampilan Membaca Kelas Tinggi

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan membaca penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Siswa dapat memahami bacaan yang mencakup isi dan informasi jika...

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Motif pembunuhan Emy Listiyani (EL), 26, warga Ngabean, Kelurahan/Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang akhirnya terungkap. Emy dibunuh hanya gara-gara menagih utang Rp 11 juta kepada tersangka Agus Subakit alias AS, 36, warga Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. AS tak lain adalah mantan pacar korban.

Kronologi pembunuhan diawali ketika korban datang ke tempat kos tersangka di Ungaran, Kabupaten Semarang usai pulang kerja, Kamis (12/11/2020). Tujuannya, untuk menagih uang yang dipinjam tersangka.

“EL sempat menghubungi AS untuk bertemu dan sempat membicarakan meminta supaya AS mengembalikan uangnya sebesar Rp 11 juta,” jelas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/11/2020).

Namun bukannya dibayar utangnya, tersangka justru membunuh korban dengan dibekap lehernya menggunakan lengan tangan kanan. Setelah kejadian itu, AS membuang mayat korban di semak-semak di Jalan Pramuka, Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Jumat (13/11/2020) sekitar pukul 03.00.

Tersangka mengaku membuang jasad Emy sendirian atau tanpa bantuan orang lain. “AS membawa korban dengan cara dibungkus sleeping bag. Korban ditekuk, kakinya diikat ke atas, sehingga menjadi kecil. Kemudian dibungkus sleeping bag dan dibawa ke Gunungpati dengan menggunakan sepeda motor saya,” katanya.

Kapolres menyebutkan, tersangka memiliki keahlian panjat tebing dan berprofesi melatih di Kabupaten Semarang. Setelah menuju Jalan Pramuka, tersangka kembali ke tempat kos, mengendarai motor miliknya.

“Sempat mengajar lebih dulu panjat tebing, setelah itu kembali ke tempat kos dan mengambil sepeda motor korban. Lalu dibawa ke TKP lagi dan dibuang juga. Lalu yang bersangkutan kembali ke tempat kos lagi dengan menggunakan Gojek,” terangnya.

Pelaku sengaja membuang jasad Emy dengan maksud untuk menghilangkan jejak. Motornya digeletakan di semak-semak sekitar delapan meter dari tepi Jalan Pramuka. Tubuhnya juga di semak-semak, sekitar empat meter dari motor korban.

“Jadi memang supaya kelihatannya seperti Lakalantas. Jadi awal laporan dari masyarakat itu memang seolah-olah seperti kejadian Lakalantas,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya mencurigai seorang pelaku yang merupakan teman dekat korban. Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi. Mayoritas dari lingkungan rekan pelaku.

“Saksi yang sudah diperiksa delapan orang. Saksinya banyak dari Kabupaten Semarang. Temannya juga sempat melihat menggunakan handphone (milik korban). Ini yang menjadi tanya-tanya kita,” ujarnya.

Setelah berupaya menyimpan aibnya, pelaku kemudian meninggalkan Kota Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengendarai motor miliknya. Sampai Surabaya sekitar pukul 15.00, kemudian naik kapal Oasis tujuan Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hingga akhirnya AS, berhasil ditangkap oleh Tim Puma Satuan Reskrim Polres Lombok Barat dalam pelariannya di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/11/2020) sekitar pukul 03.00. Selanjutnya, AS dijemput anggota Satreskrim Polrestabes Semarang dan dibawa Mapolrestabes Semarang, Senin (16/11/2020) sekitar pukul 16.00.

“Memang kejadian pembunuhan ada di Ungaran. Kita sudah koordinasi dengan Polres Semarang dan Kejaksaan Negeri Semarang. Kejaksaan Negeri sudah siap menerima berkas,” katanya.

Tersangka Agus Subakit mengakui, pernah menjalin asmara dengan korban. Bahkan, sebelum membunuh korban, ia sempat bermesraan di kamar kosnya.

“Mereka sempat berbincang dan mungkin di sana sempat melakukan hubungan spesial. Setelah selesai, EL kembali menanyakan masalah uang itu. AS kalap, lalu mengambil jalan pintas membunuh korban,” jelas Auliansyah Lubis.

Korban dieksekusi dengan cara dipatahkan bagian lehernya. Lehernya dibekap pakai tangan tersangka seperti pertarungan MMA. Selanjutnya jenazahnya dibuang, dan direkayasa seolah-olah kejadian Lakalantas.

Agus yang sudah beristri mengenal korban sejak 1,5 bulan lalu. Ia mengaku mengenal di tempat wisata. Perkenalan tersebut berlanjut menjalin hubungan asmara. (mha/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja...

74,8 Persen Pasien Covid Sembuh

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan mencapai 74,8 persen. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengimbau masyarakat tidak lengah. Terlebih, Kabupaten Pekalongan...

Vaksin Covid-19 Dalam Proses Uji Klinis

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku berupaya melakukan riset untuk...

Pemkot Magelang Sediakan Hotel Isolasi

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menyiapkan salah satu hotel sebagai tempat isolasi mandiri warga. Fasilitas ini disediakan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala. Plt...

Menarik

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan...

Teknik Scanning Tingkatkan Keterampilan Membaca Kelas Tinggi

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan membaca penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Siswa dapat memahami bacaan yang mencakup isi dan informasi jika...

Pembelajaran IPS Sukses dengan Jigsaw

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik yang melibatkan perasaan dan emosi. Kegiatan tersebut berlangsung...

Zoom Cloud Meeting Tingkatkan Keterampilan Membaca dan Menganalisis Ayat Alquran di Masa Pandemi

RADARSEMARANG.ID,Pembelajaran jarak jauh yang berlangsung karena pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan guru untuk kreatif. Kreativitas guru dalam memilih model...

Lainnya

Pentingnya Pendidikan Karakter

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter adalah pendidikan budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas...

NHT Aktifkan Siswa dalam Belajar Sistem Koordinat

RADARASEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu muatan pelajaran yang kurang diminati sebagian besar siswa. Padahal matematika memberikan kontribusi positif dalam...

Guru Harus Keluar dari Zona Kenyamanan, Beradaptasi dengan Kekinian

RADARSEMARANG.ID, KEBUDAYAAN pada suatu waktu akan berubah karena beragam sebab. Salah satu sebabnya adalah perubahan lingkungan yang menuntut perubahan...

“ABCDE” Mengelola Keuangan Ala Pelajar

RADARSEMARANG.ID, IBARAT pepatah Jawa yang mengatakan jer basuki mawa beya, artinya segala sesuatu pasti memerlukan biaya, demikian pula...

Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

RADARSEMARANG.ID - Saat ini banyak aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM untuk bertransaksi. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM...

Guru Kreatif Menjadikan Pelajaran IPS menyenangkan

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN peserta didik menganggap pelajaran IPS adalah pelajaran menghafal dan membosankan. Bagi peserta didik pelajaran IPS adalah pelajaran...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...
%d blogger menyukai ini: