alexametrics

Bikin Terenyuh, Ini Doa yang Selalu Dibaca Emy Listiyani, Gadis Korban Pembunuhan di Jalan Pramuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mata Siti Sakdiah berkaca-kaca ketika menceritakan putrinya, Emy Listiyani, 26, gadis cantik yang ditemukan meninggal di semak-semak di tepi Jalan Pramuka, Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati. Apalagi Emy rencananya akan menikah 13 Desember 2020 mendatang. Semua persiapan sudah dilakukan.

“Cetak undangan sudah. DP katering dan dekorasi sudah dibayar. Suvenir dan APD juga sudah. Tadi uangnya dikembalikan semua,” terangnya.

Siti membeberkan, putrinya akan menikah dengan kekasihnya bernama Ibnu Rosikin, warga Kandri, Gunungpati. Ibnu bekerja sebagai satpam di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Sudah dua tahun menjalin hubungan. Dia (Ibnu) juga masih shock. Saya kasihan,” ujarnya.

Baca juga:

Baca juga:  Pembunuh Ibu dan Anak sempat Melapor Kehilangan Pacar di Polda

Ia mengaku bertemu terakhir putrinya Kamis (12/11/2020) pagi sekitar pukul 07.00 ketika berangkat kerja. Emy bekerja di katering Restu Ibu, Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ketika pulang bekerja, Emy berpamitan kepada rekan-rekannya dan atasannya. Ia bilang tidak kembali bekerja dengan alasan akan fokus ke persiapan pernikahan.

“Bilangnya besok Sabtu mau prewedding. Baju pengantinnya dibawa di jok motor,” jelasnya.

Korban sempat menghubungi ibunya melalui handphone Kamis (12/11/2020) malam sekitar pukul 19.30. Ia mengaku belum bisa pulang dengan cepat karena masih ada urusan. Pihak kelurga belum mengetahui urusan yang dimaksud.

“Sekitar pukul 20.30 dihubungi lewat WA sudah centang sampai sekarang. Biasanya jam 7 malam sudah ada di rumah. Tapi, saat itu tidak ada kabar,” katanya.

“Firasat tidak ada. Tidak ada yang aneh-aneh. Cuma dalam seminggu ini sering berselisih sama saya. Ya cuma biasa aja,” imbuhnya.

Baca juga:  Polisi Periksa Sembilan Saksi Terkait Dugaan Pembunuhan Satpam Gudang Rokok di Solo

Siti sempat menemukan lembaran kertas tulisan putrinya, yang diselipkan di kitab suci Alquran yang selalu dibaca Emy, Minggu (15/11/2020) pagi. Lembaran tersebut berisi daftar doa-doa yang selalu dipanjatkan Emy sehabis salat lima waktu. Di antaranya, mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, Ibnu, calon suaminya, teman-temannya, serta CV Restu Ibu, tempatnya bekerja. “Dia itu rajin ngaji setelah salat,” katanya.

Pihak keluarga juga telah bertemu dengan keluarga calon mempelai dan melakukan doa bersama di lokasi kejadian, Minggu (15/11/2020) kemarin. Menurut cerita, salah satu orang yang ikut hadir melihat korban masih berada di lokasi kejadian.

“Tadi ada salah satu orang yang pintar ikut melihat dia masih di sana. Setelah pengajian selesai terus menghilang. Katanya senyum kaya orang berdoa, jongkok. Awalnya dia ngimpeni salah satu keluarga untuk didoakan di lokasi,” bebernya.

Dia juga menceritakan, putrinya senang dengan binatang kucing. Setiap melihat kucing di jalan, ia merasa kasihan, pasti dibawa pulang untuk dipelihara.

Baca juga:  Pembunuh Siswi SMA di Hotel Bandungan Diringkus

“Dibelikan makan. Dimandikan, disamponi. Dikalungi. Dia sekarang juga herhijab, sudah satu tahun,” jelasnya.

Kus, kerabat korban berharap kejadian ini segera terungkap. Ia yakin ada pelaku kejahatan terkait meninggalnya Emy. Sebab, ditemukan luka di leher belakang.

“Walaupun diikhlaskan tetap tidak rela meninggal seperti itu. Semoga cepat terungkap pelakunya.  Semoga mendapat hukuman yang setimpal,” harapnya.

Sementara itu, aparat kepolisian telah mengantongi identitas pria yang diduga pelakunya.  “Sudah mengarah, mengerucut. Masih dalam pengejaran,” kata singkat Kapolsek Gunungpati Kompol Arsadi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (15/11/2020).

Arsadi belum bersedia membeberkan secara detail terkait hal ini. Menanggapi terkait kejadian ini murni kasus pembunuhan, pihaknya tidak menampik hal tersebut.  “Yang jelas, antara korban dan pelaku saling kenal. Nanti kita sampaikan lagi,” ujarnya. (mha/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya