alexametrics

Buron Penipuan Rp 5,2 M Tertangkap di Bali

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Direktur CV Samudera Rianto Mukjanto ditangkap tim Kejaksaan Negeri Semarang bersama Polda Jateng Senin (2/11/2020) lalu. Ia merupakan buron kasus penipuan yang kabur dan tidak menjalankan putusan hakim.

Kepala Kejari Semarang Sumurung P Simaremare menjelaskan, Rianto telah divonis penjara selama 3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Jateng pada 15 April 2020. Terdakwa ditetapkan agar ditahan, akan tetapi ia justru kabur.

“Akhirnya terdakwa ditemukan di Bali pada 2 November 2020 dan dibawa ke Kota Semarang. Sekarang sudah dibawa ke Lapas Kedungpane,” jelas Sumurung.

Sebelumnya, lanjut Simurung, Rianto telah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun tidak diindahkannya. Jaksa lantas mencari ke beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian terdakwa.

Baca juga:  Masa Berlaku SIM Habis, Polisi Beri Kelonggaran

Sebagai informasi, Rianto dinyatakan telah melakukan penipuan dalam kurun waktu antara Desember 2017 sampai Juli 2018. Pemilik perusahaan bidang pembuatan piring di Kudus ini bekerjasama dengan PT Sumber Abadi Energindo (SAE) untuk urusan jual beli batubara. Namun, pada November 2017, PT SAE menghentikan suplai batubaranya kepada CV Samudera. Penghentian tersebut dikarenakan CV Samudera melanggar beberapa ketentuan.

Di antaranya, tidak tepat waktu dalam melakukan pembayaran serta melakukan pembelian batubara dari supplier lain. Padahal, sudah ada perjanjian bahwa PT SAE sebagai supplier tunggal.

Atas penghentian itu, Rianto kemudian meminta pada PT SAE untuk disuplai batu bara lagi. Ia pun berjanji akan tepat waktu dalam melakukan pembayaran. Karena takut bakal terulang kembali, PT SAE kemudian mengajukan surat perjanjian kerja sama.

Baca juga:  Tujuh Hari Ungkap 35 Kasus dan Amankan 67 Pejudi

Seperti sebelumnya, dalam perjalanan bisnis ini, terdakwa kembali ingkar janji. Meski begitu, terdakwa berusaha membayar dengan bilyet giro. Namun bilyet giro tersebut ditolak oleh bank karena saldo rekening tidak cukup. Atas perbuatan terdakwa, PT SAE mengalami kerugian sebesar Rp 5,2 miliar. Kasus tindak pidana penipuan ini masih bergulir pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung. (ifa/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya