alexametrics

Mayat Bayi Dikubur di Bekas Kampus, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Menarik

Sembunyikan Sabu di Kereta Bayi, Sekali Transaksi Untung Rp 800 Ribu

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ari alias AR, 28, diringkus anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang. Pengangguran warga Bangetayu, Kecamatan Genuk itu ditangkap...

Bejat! Predator Anak di Demak ‘Memangsa’ Korban

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pelaku pedofilia atau gangguan seksual terhadap anak-anak di bawah umur ditangkap aparat Satreskrim Polres Demak.  Tersangka...

Alarm Motor Berbunyi, Pencuri Tertangkap Basah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Agus Supriyanto, 28, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Genuk. Warga Kabupaten Pasuruan yang tinggal indekos...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mayat bayi perempuan ditemukan dikubur di belakang bekas kampus Anindya Guna di Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Jumat (25/9/2020) sekitar pukul 06.00. Orok berusia tujuh bulan tersebut diduga hasil hubungan gelap. Saat ditemukan, mayat bayi dibungkus dengan kain kafan dan kaos oblong warna putih bertuliskan: Paris Bandung Van Java West Java Indonesia.”

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, mayat bayi itu kali pertama ditemukan pencari rosok, Umar Doni, 37. Saat itu, pria ber-KTP Kecamatan Inoman, Kabupaten Bantan Singingi Provinsi Riau tersebut tengah mencari barang bekas di bekas kampus Anindya Guna.

“Pencari rosokan itu melihat ada gundukan kecil setinggi sekitar 10 sentimeter. Di atasnya ada taburan bunga,” jelas Ketua RT 9 RW 4 Kleurahan Petompon, Murdianto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/9/2020).

Karena curiga, lanjut dia, Umar Doni lalu melaporkan kepada Murdianto. Kebetulan rumahnya di seberang jalan, di belakang kampus tersebut.  “Saya sama tukang rosok itu lalu ke lokasi ini. Saya lihat memang ada gundukan tanah. Lalu saya bongkar sedikit, di dalamnya ada kain kafan putih. Saya buka kainnya, kelihatan kepalanya. Langsung saya tutup lagi,” bebernya.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke petugas Babinsa dan Babinkamtibmas setempat. Laporan diteruskan ke Polsek Gajahmungkur dan Unit Inafis Polrestabes Semarang. Begitu petugas datang, gundukan tanah itu  pun dibongkar.

“Saat kain kafan dibuka, ada orok perempuan. Masih ada ari-arinya. Bagian kepalanya sudah membiru. Bagian perut ke bawah masih merah,” katanya.

Selanjutnya, orok yang terbungkus kaos oblong dan kain kafan putih itu dibawa ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang. Kondisi kaos terdapat bercak darah.

Menurut Murdianto, gundukan tersebut diduga masih baru, belum sampai 24 jam.  “Kalau saya lihat, taburan bunganya juga masih baru, belum layu,” jelasnya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, lokasi bangunan tersebut terkesan horor. Sudah lapuk dan kayu-kayunya sudah roboh. Tinggal dinding dan atap. Sedangkan posisi kuburan orok tersebut persis berada di bawah tangga penuh tanaman liar. Dulunya bekas taman kecil, tepatnya di depan toilet.

“Bangunan ini sudah 10 tahun tidak dipakai. Pelakunya bisa lewat depan, bisa lewat belakang. Tempat ini sepi. Kalau tidak tahu kondisi tempat ini, orang tidak mungkin datang ke sini,” katanya.

Ia menjelaskan, jalan depan rumahnya yang menghadap bangunan bekas kampus tersebut menjadi penghubung ke arah Jalan Dr Sutomo, depan RSUP dr Kariadi Semarang dan kawasan Ngaglik Lama. Sedangkan akses menuju tempat itu, terdapat portal yang setiap malam ditutup.

“Kalau malam selalu saya tutup, pukul 22.00 sampai 05.00 pagi. Tempat ini sepi. Kalau siang  jalan sini juga sepi,” terangnya.

Murdianto menyampaikan, di wilayahnya tidak ada rumah kos.  “Kalau di RT sebelah ada, tapi sudah saya cek katanya tidak ada yang hamil,” katanya.

Hasil pemeriksaan luar dokter RSUP dr Kariadi, orok perempuan tersebut memiliki panjang 34 cm dan berat 1,2 kg. Diperkirakan bayi lahir saat usia kandungan 7 bulan. Bayi tersebut meninggal kurang dari 24 jam. Tidak diitemukan tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan.  Hingga kemarin, kasus penemuan mayat bayi ini masih dalam penanganan aparat Polsek Gajahmungkur. Sejumlah kamera CCTV yang dipasang di kawasan tersebut, diperkirakan bisa membantu mengungkap pelaku pembuangan bayi tak berdosa ini.

Kapolsek Gajahmungkur Kompol Yuliana BR Bangun saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan. (mha/mg11/aro/bas)

 

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Kapasitas Tes PCR Ditambah 4.991 per Hari

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terus menggenjot peningkatan kapasitas tes masal Covid-19 di Jateng. Jika semula 2.000, ditingkatkan menjadi 4.991 tes PCR...

AKBP Andhika Bayu Adhittama Jabat Kapolres Demak

RADARSEMARANG.ID, Demak - AKBP Andhika Bayu Adittama menjabat Kapolres Demak baru, menggantikan AKBP R Fidelis Purna Timoranto. Proses serah terima jabatan (sertijab) digelar secara...

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik melalui Vacational Video Challenge 2020....

Mas Kawin Rp 100 Ribu, Hidup Serumah Harus Menanti Lima Tahun

RADARSEMARANG.ID - Akad nikah terpidana kasus narkoba Desi Kuswantoro penuh derai air mata. Ikrar suci itu dilangsungkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane,...

Buron Tiga Tahun, Pencuri Motor Ditangkap

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Usai sudah pelarian Ivantono, 31, warga Dusun Bono RT 02 RW 03, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Setelah buron selama...

Lainnya