alexametrics

BBPOM Semarang Dipraperadilankan

Menarik

Bejat! Predator Anak di Demak ‘Memangsa’ Korban

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pelaku pedofilia atau gangguan seksual terhadap anak-anak di bawah umur ditangkap aparat Satreskrim Polres Demak.  Tersangka...

Alarm Motor Berbunyi, Pencuri Tertangkap Basah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Agus Supriyanto, 28, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Genuk. Warga Kabupaten Pasuruan yang tinggal indekos...

Usai Dipenjara, WNA Tersangka Penipuan Dideportasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Seorang warga negara Nigeria Ezeudu Mathias Igwebuike, 39, dideportasi. Ia sempat menjalani pidana penjara 6 tahun...

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang dipraperadilankan oleh tersangka berinisial AS, warga Jalan Kuala Mas, Kota Semarang. Gugatan itu terkait penggeledahan dan penyitaan barang bukti serta penetapan tersangka yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Kuasa hukum AS, Theodorus Yosep Parera, mengatakan, kliennya mengajukan praperadilan terhadap tindakan hukum yang dilakukan BBPOM Semarang pada 16 September 2020 lalu. “Tindakan hukum itu dilakukan di tempat kediaman klien kami berinisial AS,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/9/2020).

Selain praperadilan, Yosep berencana mengirimkan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Kesehatan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017, pihaknya meminta untuk mengganti Kepala BBPOM Semarang.  Sebab, sebagai aparatur penegak hukum, Kepala BPOM Semarang dinilai tidak mentaati aturan yang berlaku di dalam hukum acara pidana.

Yosep menjelaskan, penggeledahan yang dilakukan petugas BBPOM Semarang di rumah AS pada Rabu (16/9/2020) lalu dinilai ada pelanggaran hukum. Pihaknya menyebutkan, di dalam surat penggeledahan yang disampaikan kliennya tidak ada saksi dari warga. Seharusnya, kata Yosep, setiap penggeledahan wajib ada saksi yang bukan dari aparatur atau petugas BBPOM Semarang.  “Yang ada hanya stampel dari ketua RT. Memang ketua RT ada. Tapi, tidak ada dua orang saksi,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, yang menjadi masalah adalah ketua RT tidak ikut proses penggeledahan, tetapi hanya dipanggil datang untuk memberikan tanda tangan dan stampel RT. “Ini akan kami buktikan di dalam praperadilan. Ini kesalahan yang pertama,” lanjutnya.

Sedangkan rilis dari BBPOM Semarang sebelumnya saat penggeledahan tersebut, telah mengamankan 769.595 kapsul butir kapsul pelangsing yang diduga tanpa izin edar. Barang bukti dan rumah tersebut milik seseorang yang telah ditetapkan tersangka oleh BPOM Semarang.

Yosep menyampaikan, penyitaan yang dilakukan wajib diketahui dan disaksikan oleh dua orang saksi warga setempat berikut kepala desa atau RT. Sedangkan di dalam berita acara penyitaan, tidak ada RT maupun saksi dua orang warga setempat.

“Saksinya satu orang anggota polisi dan satu orang aparatur BBPOM. Padahal di dalam pasal 129 dikatakan bahwa ketika penyitaan telah dilakukan di depan saksi, berita acara pemeriksaan harus dibacakan di depan saksi dan ditandatangani oleh dua orang saksi warga dan Ketua RT. Ini juga tidak memenuhi syarat penyitaan,” bebernya.

Selain gugatan praperadilan ini, pihaknya juga telah melayangkan surat pemberitahuan kepada BBPOM Semarang dan penyidik. Sedangkan surat kepada presiden melalui Menteri Kesehatan akan dikirim Jumat (25/9/2020) hari ini.

“Kami meminta Menteri Kesehatan mengganti Kepala BBPOM Semarang karena dinilai tidak menaati proses hukum yang sedang ditempuh oleh warga Negara Indonesia yang merasa dirinya diperlakukan tidak adil,” katanya.

Seperti diberitakan koran ini Kamis (17/9/2020) lalu, Balai Besar POM (BBPOM) Semarang berhasil menyita barang bukti berupa obat tanpa izin edar (ITE) sebanyak 1.315 botol dan 22.477 klip plastik. Jumlah totalnya mencapai 769.595 kapsul atau senilai Rp 600 juta.

Kepala BBPOM Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menuturkan penemuan tersebut merupakan hasil investigasi PPNS BBPOM. Baru kemudian ditindaklanjuti dengan operasi penertiban pada sarana penjualan obat tanpa izin edar di daerah Kuala Mas, Semarang, Rabu (16/9/2020).

Hasilnya ternyata, para pelaku melakukan pengemasan ulang terhadap produk obat tersebut dengan kemasan baru. Sehingga identitas asli obat menjadi tidak jelas dan tidak diketahui masa kadaluarsanya. “Dan ini sangat membahayakan bagi konsumen,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepala pengelola sarana distribusi dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1,5 miliar. Untuk mencegah hal itu terulang kembali, pihaknya meminta masyarakat untuk turut aktif melakukan pengawasan. Terutama terkait peredaran produk obat, obat tradisional, pangan, kosmetik, suplemen kesehatan ilegal dan produk palsu, baik secara langsung maupun online. (mha/aro/bas)

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Belajar Kimia dengan Menggunakan Jembatan Keledai

RADARSEMARANG.ID, KIMIA adalah mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa.Karena ilmu kimia bersifat abstrak dan banyak hafalan.Masalah pokok yang sering dihadapi dalam pembelajaran kimia...

Kuis Musik Tingkatkan Pemalahan Pembelajaran Tanda Tempo Lagu

RADARSEMARANG.ID, Musik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik yang kita sukai dapat meningkatkan fokus, sementara musik yang tidak kita suka akan menghalangi konsentrasi....

Peran Guru BK dalam Masa Pandemi Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Covid 19 saat ini menjadi pandemi yang serius di seluruh penjuru dunia. Pencegahan meluasnya virus corona kini telah menjadi prioritas utama di berbagai...

Mudah Pahami Hitung Campuran dengan Metode Drill

  Oleh: Surahmat,S.S Pembelajaran matematika perlu diajarkan dengan cara tepat dan melibatkan siswa secara aktif agar  memahami konsep dasar matematika yang  berguna untuk jenjang sekolah...

Terbaru

Perketat Prokes, Panti Wreda Batasi Kontak Keluarga

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Panti Wreda Pengayoman Semarang membatasi kontak keluarga dengan para lanjut usia (lansia). Kunjungan yang baru dibuka...

Cari OTG Agar Tak Menulari, DKK Semarang Gencarkan Swab Test

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang pun gencar melakukan swab test untuk menemukan pasien tanpa gejala (OTG) terindikasi Covid-19. Hal ini dilakukan...

Batik Terus Tumbuh di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Perajin batik menggelar adu kreativitas dalam menyelenggarakan Lomba Rancang Busana Casual Ready to Wear Adaptasi Baru dan Lomba Cipta Sarung Batik...

Taman Indonesia Kaya Terapkan 3M

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Indonesia Kaya Kota Semarang menerapkan protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjungnya. Yakni dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan...

Pastikan Tidak Ada Klaster Banggar

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung nyatakan tidak ada klaster Banggar usai salah satu anggota DPRD Kabupaten Temanggung dinyatakan positif...

Random

Bisa Dikendalikan lewat Android, Lebih Sensitif Jalankan Perintah

RADARSEMARANG.ID, - Bisa dikendalikan via Android Apps. Itulah keunggulan tangan bionik generasi keempat dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan CBIOM3S...

Bacabup Demak H Mugiyono Kantongi Dukungan Kades se-Demak

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Dukungan terhadap H Mugiyono sebagai bakal calon Bupati (bacabup) Demak dalam pilkada 2020 ini terus mengalir deras. Setelah meraih dukungan dari para...

Latih Penggunaan Jam Digital Masjid

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula melaksanakan program pengabdian masyarakat. Berupa pelatihan penggunaan jam digital masjid berbasis Android di...

Belajar Daring Praktikum Akuntansi Tak Lagi Jadi Masalah

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN praktik merupakan nafas pembelajaran di SMK, terutama untuk mata pelajaran produktif atau kejuruan. Tak terkecuali di SMK Negeri 3 Jepara pada kompetensi...

Lainnya