alexametrics

Kebijakan Asimilasi Mampu Menghemat Rp 6 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemberian asimilasi dan integrasi bagi narapidana diklaim menghemat pengeluaran negara. Terutama untuk biaya makan.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah Priyadi menjelaskan, anggaran ini bisa digunakan untuk keperluan lain seperti pemberian vitamin. Selain itu, bisa juga digunakan untuk membangun fasilitas pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). “Asimilasi itu ada penghematan sebanyak 6 miliar,” ujarnya saat acara media gathering di Kantor Kemenkumham Kanwil Jaten, Selasa (22/9/2020).

Asimilasi dan integrasi ini diberikan menjelang bulan puasa, Lebaran, dan masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi penularan. Tercatat, sebanyak 2.907 narapidana mendapatkan asimilasi, dan 1.615 narapidana mendapatkan integrasi. Dari jumlah tersebut, tercatat pelanggaran asimilasi sebanyak 36 orang dan pelanggaran integrasi 7 orang. Sementara itu, untuk pelanggar hukum pidana sebanyak 11 orang. Enam kasus pencurian, berkelahi, dan sisanya tidak memenuhi pembimbingan. Mereka yang tidak memenuhi syarat Pembimbingan Kemasyarakatan (PK) maka asimilasi dan integrasi akan dicabut. ”

Baca juga:  Jateng Terbaik dalam Implementasi Gerakan Pelajar Menabung

Kepala Divisi Pemasyarakatan Meurah Budiman merinci, saat ini total penghuni lapas ada 11.969 orang. Terdiri dari 2.543 tahanan dan 9.426 napi. Sementara kapasitas lapas di seluruh Jateng bisa menampung 9.341 jiwa. “Over kapasitas sebanyak 128 persen,” tukasnya. (ifa/ton/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya