Kawanan Perampok Toko Emas Dibekuk, Ternyata Diotaki Pecatan TNI

155
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol R Wihastono Yoga Pranoto menunjukkan barang bukti dan tersangka perampokan toko emas. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tiga perampok Toko Emas Tony Mustika Blora berhasil ditangkap aparat Polda Jateng. Ironisnya, salah satu tersangka merupakan pecatan aparat TNI. Yakni, tersangka Sofian Fitri Kurniawan alias SFK, 47, warga Perum Bumi Mondoroko Raya, Kelurahan Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Dua tersangka lainnya, Andre Trio Rinaldo alias ATR, 23, warga Pondok Benowo Indah, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakel, Kota Surabaya dan Mohamad Arwan Efendi alias MAE, 28, warga Dusun Dadapkuning, Kecamatan Cermai, Kabupaten Gresik.

“SFK ditangkap di daerah Subah, Batang. Saat itu dia dalam perjalanan dari Jawa Barat naik bus. SFK hendak menjual emas hasil curiannya. Sedangkan tersangka ATR dan MAE ditangkap di Surabaya,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol R Wihastono Yoga Pranoto di Mapolda Jateng, Rabu (16/9/2020).

Dijelaskan, aksi perampokan itu dilakukan Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 07.53. Korbannya, Albert Christianus, pemilik Toko Emas Tony Mustika. Perampokan dilakukan saat toko baru saja buka, dan masih sepi pembeli. Tiga tersangka datang sambil menodongkan pistol ke karyawan toko. “Tersangka menodongkan sejenis senjata api kepada karyawan, dan memecah kaca etalase toko emas menggunakan sabit,” bebernya.

Tersangka kemudian mengambil perhiasan emas sebanyak 117 buah seberat 779,43 gram. Pihak korban atau penjaga toko lalu menekan tombol alarm dan para tersangka kabur ke arah utara. Akibat perampokan itu, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 274 juta. “Tiga tersangka memiliki peran masing-masing. Ada eksekutornya, ada yang di luar mengawasi situasi dan  ada yang ngambil emasnya,” terangnya.

Aksi perampok ini terekam kamera CCTV di dalam toko. Dalam rekaman tersebut terlihat dua perampok turun dari sepeda motor matic. Satunya mengenakan jaket biru dan penutup wajah serta helm merah. Satunya mengenakan jaket dan helm warna hitam.

Saat keduanya masuk ke dalam toko, tersangka berjaket hitam langsung mengeluarkan pistol dan ditodongkan ke arah karyawan. Setelah itu, dia mengeluarkan celurit dalam tas yang dipanggul di dada, dan langsung memecah etalase. Kedua perampok kemudian mengambil semua perhiasan dan bergegas kabur.

Pemeriksaan sementara, ketiga tersangka mengaku baru kali pertama melakukan perampokan. Aksi itu direncanakan oleh tersangka SFK, yang pecatan TNI. Beberapa hari sebelumnya, SFK sudah mengamati TKP,  termasuk merencanakan jalur untuk melarikan diri. “Saya herannya ya baru satu laporan. Nanti tetap kita dalami, kalau dari ceritanya sudah profesional dan mantan aparat. Sehingga memiliki keberanian dan teknis,” bebernya.

Saat dikeler untuk pengembangan kasus, tersangka SFK sempat melawan petugas. Ia pun terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas. Diketahui, tersangka SFK pernah dipidana pada 2016 terkait kasus penggelapan. Pun dengan tersangka MAE juga pernah dipidana pada 2017 terkait kasus curanmor. Sedangkan tersangka ATR belum pernah dipidana. Hasil kejahatan seluruhnya dibawa oleh SFK dan sebagian besar sudah dijual di Jawa Barat.

“Dijual secara eceran di pedagang emas pinggir jalan di daerah Lembang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Hasil penjualan emas tersebut sebagian sudah digunakan untuk membayar utang, perjalanan selama ke daerah Jawa Barat, kebutuhan hidup sehari-hari, dan dikirim tersangka SFK ke tersangaka ATR dan MAE,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang disita antara lain satu unit pistol airsoftgun, 31 untai kalung emas, uang tunai Rp 34,8 juta dan satu buah helm warna merah. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat pasal 365  KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (mha/aro/bas)