Buron 10 Tahun, Pembobol BPD Sulselbar Rp 41 M Dibekuk di Angkringan

363
Rusmadi Chandra (rompi oranye) saat diamankan di Kejati Jateng pada Kamis (10/9/2020). (Ida Fadilah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tim gabungan yang terdiri dari Intelijen Kejati Jawa Tengah, Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Eksekutor dan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dibantu Intelijen Kejari Kota Magelang akhirnya berhasil membekuk buron 10 tahun kasus kredit fiktif di BPD Sulselbar, Rusmadi Chandra.

Mantan  Kasubbag TU Dinas PU dan Perhubungan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat itu ditangkap di Angkringan Mas Didot Jalan Brigjen Katamso, Kemirirejo, Kota Magelang pada 9 September 2020 sekitar pukul 23.10. “Selanjutnya terpidana diamankan ke Mamuju Sulawesi Barat untuk menjalani pidana di Rutan atau Lapas Mamuju Sulawesi Barat,” kata Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Irfan Samosir, Kamis (10/9/2020).

Rusmadi Chandra kabur setelah divonis 10 tahun penjara karena terlibat kasus korupsi Rp 41 Miliar dengan modus membuat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif untuk mengajukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada BPD Sulselbar. “Belum ada pengembalian. Sudah kabur 10 tahunan, aset-asetnya sudah disita,” imbuh Asisten Intelijen Kejati Jateng, Emilwan Ridwan.

Emilwan Ridwan menambahkan, setelah ditangkap, terpidana telah di lakukan rapid tes oleh Dinas Kesehatan Jateng. “Hasilnya non reaktif. Kalau tidak ada kendala akan dikirim ke Sulawesi Barat nanti sore atau hari ini (10/9/2020),” tukasnya. (ifa/bas)