Ambil Uang Rp 400 Ribu, Saldo Rp 100 Juta Dikuras

386
Ibnu Fikri/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib sial dialami Yunela Kurnawati, 37, warga Jalan Wilis, Genuk Baru, Kecamatan Candisari. Saldo tabungannya Rp 100 juta dikuras pencuri. Kejadiannya saat korban tengah mengambil uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI kawasan SPBU Gombel, Srondol, Kecamatan Banyumanik, Rabu, (2/9/2020) sekitar pukul 06.46.

Awalnya, korban hendak pergi ke Ungaran. Di tengah perjalanan, korban mampir ke ATM BNI SPBU Gombel sekitar pukul 06.39. “Saya ambil uang Rp 400 ribu,” katanya saat bersama anggota Polrestabes Semarang melakukan prarekonstruksi di lokasi kejadian, Selasa (8/9/2020).

Usai bertransaksi, tiba-tiba kartu ATM korban tidak bisa keluar. Meskipun sudah berkali-kali mencoba mengeluarkan, namun tetap tidak bisa. “Terus saya tusuk pakai kunci kontak supaya masuk sekalian, pikir saya nanti biar ngurus ke bank saja,” ujarnya.

Namun sebelum meninggalkan lokasi mesin ATM, korban dihampiri seseorang yang sudah mengantri di belakangnya. Orang yang diduga pelaku kejahatan ini berpura-pura menawarkan bantuan kepada korban sembari mengarahkan memencet nomor PIN ATM korban.

“Dia mengarahkan ke saya mencet-mencet gitu, habis itu dia bilang ya udah mbak berarti harus ke bank,” katanya menirukan ucapan orang yang tak dikenal tersebut.

Tanpa curiga, korban lantas meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Ungaran. “Sebelum saya ada orang keluar dari ATM, cuma bilang duite rak iso metu (uangnya tidak bisa keluar). Saya cuma batin dalam hati, kok bilang duite rak iso metu, apa ATM-nya rusak,” ujarnya.

Sampai di Ungaran sekitar pukul 07.58, ia membuka handphone lantaran ada bunyi pesan SMS. Saat dibuka ternyata ada pesan SMS banking sekitar pukul 07.56. “Ada SMS banking uangnya narik terus, sampai total Rp 100 juta. Ya, setiap menitnya narik terus, mungkin 15 menit saldo sudah habis,” bebernya.

Menurut catatan dari SMS Banking, penarikan tersebut juga bervariasi. Korban menyebutkan, penarikan juga ada yang tunai dan ditransfer. “Ditarik tunai uang pengambilan itu Rp 1,25 juta. Tapi transferannya ada yang Rp 10 juta, ada yang Rp 20 juta. Saldo terakhir sampai tidak bisa diambil lagi,” katanya.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Mapolrestabes Semarang. Kanit Resmob Polrestabes Iptu Reza Arif Hadafi yang memimpin olah TKP mengatakan, telah mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan olah TKP, rekaman CCTV dan keterangan saksi, kita menduga bahwa ibu ini telah menjadi korban pencurian yang dilakukan oleh kawanan pengganjal ATM. Kerugian ibu ini Rp 100 juta ” katanya.

“Modusnya ganjal ATM dengan lem. Karena waktu kami koordinasi dengan BNI, mesin ATM dibuka tidak ada kartu ATM di dalamnya dan tidak ada tusuk gigi,” lanjutnya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pihaknya menyebutkan jumlah pelaku diduga empat orang. Mereka berasal dari wilayah Jawa Tengah. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran para pelaku.

“Masih kami dalami. Berdasarkan data-data yang kami kumpulkan masih ada laporan lainnya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua pelaku pencurian uang di ATM telah ditangkap oleh anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka adalah Akhmad Heprizal, 39, ditangkap di tempat persembunyiannya di Bojong Gede, Kota Bogor. Hasil pengembangan, petugas berhasil menangkap pelaku Eka Suherman, 41, di tempat tinggalnya di daerah Jatisampurna Kota Bekasi pada Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 14.00. Dua pelaku ini juga diambil tindakan tegas dengan cara ditembak salah satu kakinya lantaran berusaha kabur. (mha/aro/bas)