alexametrics

Selundupkan Benih Lobster lewat Koper Penumpang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus penyelundupan benih lobster kembali disidangkan pada Selasa (1/9/2020). Jaksa Kejari Semarang Niam Firadus menghadirkan dua saksi ahli, yaitu Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Heru Sigit dan Pengawas Balai KPIM Semarang Agus Kurniawan.

Heru Sigit menjelaskan, semua barang yang akan keluar negeri harus dilaporkan. Kecuali barang pribadi milik penumpang maupun ABK, dan pengiriman barang kurang dari 100 kg. Dalam hal ini, pengiriman dilakukan dengan modus barang milik penumpang melalui koper.

Jaksa Niam Firdaus menanyakan kepada saksi Heru, apakah karena alasan barang pribadi lantas tidak ada pelaporan atau dilakukan pengawasan secara ketat? Heru menjawab, barang ini sifatnya untuk keperluan penumpang. Jika ini barang komersil, maka harus lewat kargo.“Karena sudah begitu aturannya dan tidak ada komoditi yang lewat,” tegasnya.

Baca juga:  Tahanan Rutan Polda Metro Jaya Otaki Pencurian Mobil Mewah di Sukoharjo

Sementara itu, Agus Kurniawan mengatakan, pengiriman benih lobster memiliki prosedural. Selain itu, pada saat kejadian pada Maret lalu ekspor lobster tengah dilarang. Tujuannya untuk menjaga pelestarian. Menurutnya, lobster hanya boleh dikirim ke Vietnam, Brunai Darussalam dan Singapura karena sudah memiliki lokasi untuk budidaya. Meski begitu, tetap memiliki syarat. Seperti izin usaha, hasil penangkapan, dan kuota pengiriman. “Kalau ada izin bisa harus sebagai eksportir,” katanya.

Selanjutnya, terdakwa Lukman yang hadir secara virtual mengaku mendapatkan barang ini dari Pasuruan, Jawa Timur. Bermula Joni menelepon dan menawarkan pekerjaan. Terdakwa dijemput dari sebuah hotel di Pasuruan oleh Nur, anak buah Joni untuk diantarkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Ketika sampai di rest area Sragen, ia menerima tas kresek berisi uang 75 juta dan benih lobster. “Tidak tahu kalau isinya benih lobster, kalau informasi uangnya akan diberikan kepada Warsito (DPO),” tuturnya.

Baca juga:  Dua Pembobol Rumah Dibekuk

Sebelumnya, terdakwa Lukman pernah berhasil mengirim barang yang sama pada Februari lalu dengan tujuan Singapura. (ifa/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya