Sempat Cekcok, Pak Ogah Tewas Dikeroyok

Rumah duka ramai para kerabat dan tetangga bertakziyah. Korban akan dimakamkan di Pemakaman Jabbal Wonosari Ngaliyan, Minggu (28/6/2020) siang. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Muhammad Andik Kurniawan, 25, meregang nyawa, setelah mengalami luka di tubuhnya akibat dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Saat ini, kepolisian masih memburu enam orang yang diduga sebagai pelakunya.

Laki-laki yang bertempat tinggal di Randu Garut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang ini menghembuskan nafas terakhir sesaat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Permata Medika Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 02.00 dinihari. Korban mengalami luka di bagian perut dan luka robek di bagian rusuk sebelah kiri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, peristiwa pengeroyokan ini terjadi, Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 20.00. Lokasi kejadian, di sebuah bangunan tempat tato milik Beni, rekan korban, yang berlokasi di Jalan Beringin Raya, Kecamatan Ngaliyan.

Semula, korban ke tempat tersebut mengajak rekannya, Aditya untuk bertemu Beni. Setelah bertemu dengan Beni, korban langsung terlibat percekcokan hingga berujung pengeroyokan dan pembacokan. Akhirnya korban terkapar di minimarket Jalan Beringin Raya, kurang lebih berjarak 50 meter dari lokasi tempat tato.

“Informasinya di depan tempat tato sudah dikeroyok, dibacok kemungkinan kena perut. Dia lari, sambil tangannya memegangi perut. Sampai dekat jualan martabak kena bacokan lagi, terus lari ke minimarket dan akhirnya tergeletak pas di pintu,” menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (28/6/2020).

Laki-laki ini menyampaikan, saat korban lari menuju arah minimarket, dikejar sejumlah remaja yang diduga para pelaku. “Kelihatannya ada sekitar enam orang. Kalau yang bawa senjata tajam kemungkinan ada dua orang. Pas saya lihat, ada dua orang yang pakai baju jamper, tangannya dimasukkan ke kantong bagian depan, kemungkinan bawa senjata tajam,” katanya.

Sebelum terjadi cekcok, korban sempat berada di lingkungan sekitar lokasi untuk potong rambut. Menurutnya, korban terlihat dalam kondisi mabuk. Setiap harinya, korban juga mencari penghasilan sebagai Pak Ogah di Jalan Raya depan RS Permata Medika.

“Sepertinya mabuk obat (Pil Koplo), cara ngomongnya juga kelihatan. Sekitar tiga hari yang lalu, sempat bentak tukang cukurnya. Dia kan baru keluar dari penjara, Lapas Kedungpane, dengar-dengar masalah obat. Istrinya juga sedang hamil. Dia kan kerjanya nglebet (Pak Ogah),” imbuhnya.

Terlihat, rumah duka yang ditempati korban di Jalan Randu Garut Kecamatan Tugu terpasang bendera kuning, di depan gang berjarak kurang lebih 20 meter. Rumah korban berada kurang lebih 20 meter samping perlintasan kereta api (KA). Terlihat, Kapolsek Tugu, Kompol I Ketut Rahman bersama anggotanya menyambangi rumah duka. Sesuai rencana, korban akan dimakamkan di Pemakaman Jabbal Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Minggu (28/6/2020) siang.”Padahal siangnya ketemu saya di masjid, ya kelihatan tenger-tenger, gak tahu mikirin apa,” kata seorang BabinKamtibmas anggota Polsek Tugu.

Sementara, Kapolsek Ngaliyan, Kompol R Justinus mengatakan perkara ini masuk dalam ranah pengeroyokan yang diawali dengan percekcokan. Hanya saya, Justinus belum bersedia membeberkan secara detail terkait percekcokan yang dimaksud.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan para pelaku pengeroyokan. Justinus juga mengakui telah mengantongi identitas para pelaku. “Kami sudah mengantongi identitasnya. Ini masih pengejaran. Ciri-ciri pelaku juga sudah kami ketahui, semoga cepat tertangkap,” katanya. (mha/ida/bas)





Tinggalkan Balasan