alexametrics

Tak Bayar Utang Rp 1 Juta,  Nyawa Melayang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lima pemuda tangung ditangkap Unit Reskrim Polsek Banyumanik. Mereka adalah pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan korban tewas. Nyawa korban tidak terselamatkan saat mendapat perawatan di RSUD KRMT Wongsonegoro, Senin (25/5/2020) lalu.

Kelima tersangka adalah Muhammad Abbil Fausananda, 18, warga Saninten Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik; Donny Mochamad Dharmawan, 20, warga Jalan Timoho Barat, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang; Nabil Azhar Dzulfikar, 18, warga Jalan Saninten Barat , Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik; Arvid Veza Maulana, 17, warga Jalan Keruing Utara Dalam, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik dan Rafael Christian Susan, 14, warga Jalan Puri Utama, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik. Mereka ditangkap di rumah masing-masing pasca kejadian Senin (25/5/2020) malam.

Baca juga:  Begini Curhatan Meliana Widjaja, Ibu yang Dipolisikan Anak Kandung Gara-Gara Tanah Warisan

Sedangkan korban diketahui bernama Ricky Satria Wicaksana, 20, warga Jalan Saninten Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik. Sebelum tewas, korban ditemukan tergeletak penuh luka lebam di bagian wajah di Taman Tirto Agung, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Senin (25/5/2020) sekitar pukul 13.30.

“Menurut keterangan, ditemukan orang tidak sadarkan diri di Taman Tirto Agung Pedalangan, Kecamatan Banyumanik. Kemudiaan anggota cek TKP dan selanjutnya korban dibawa ke RS Ketileng,” ungkap Kapolsek Banyumanik Kompol Benny Hartawan, kemarin.

Awalnya, korban ditemukan tanpa ada identitas. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya menemukan identitas beserta alamat tinggal korban. Selain itu, kepolisian juga berhasil mengetahui ciri-ciri para pelaku setelah membuka rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga:  Pemalsu BPKB dan STNK Dibekuk, Ini Modusnya

“Sekitar pukul 21.00 korban meninggal. Kami lalu melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya berhasil menangkap kelima tersangka, terdiri atas dua anak dan tiga dewasa,” bebernya.

Benny menyebutkan, kasus pengeroyokan ini dilatarbelakangi masalah utang piutang antara korban dengan salah satu tersangka. Namun saat akan ditagih, korban malah menantang hingga akhirnya terjadi cekcok dan berujung pengeroyokan  Senin (25/5/2020) sekitar pukul 02.30.

“Motifnya adalah utang piutang menjaminkan HP kepada tersangka Abbil sebesar  Rp 1 juta. Janjinya akan dibayar sekitar dua bulan yang lalu. Tetapi setelah ditagih malah ditantang,” jelasnya.

Kelima tersangka sebelum melakukan pengeroyokan sempat menenggak minuman keras di lokasi kejadian. Di tengah pesta tersebut, salah satu tersangka bercerita dengan rekannya terkait masalah utang piutang tersebut hingga akhirnya dilakukan penagihan.

Baca juga:  Korupsi Dana Bantuaan Pengembangan, Eks Kepala SMK Pelayaran Divonis 3 Tahun Penjara

“Awalnya korban tidak di situ, kemudian dipanggil. Diajak minum-minuman keras. Setelah itu, terjadi pengeroyokan, menggunakan tangan kosong. Korban meninggal dunia, ada luka yang cukup parah di bagian kepala,” katanya.

Tersangka Abbil mengakui korban memiliki utang Rp 1 juta dan sanggup membayar setelah diberikan waktu selama dua bulan. Utang tersebut diawali handphone merek Asus miliknya yang telah dihilangkan oleh korban. Setelah melakukan pengeroyokan, korban ditinggalkan di lokasi kejadian.  “HP saya dihilangkan kemudian tak suruh mengganti, dan dia mengiyakan. Sampai sebulan tidak dibayar,” katanya. (mha/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya