alexametrics

Kakak Korban Menduga Surat Wasiat Bukan Tulisan Tangan Siti Julaekah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus tewasnya Siti Julaekah, 35, di di kamar 303 Hotel RedDoorz Jalan Pamularsih, Semarang masih misterius. Perkembangan terbaru, perempuan asal Kendal ini akibat diracun.

Orang tua korban, Sunari mengatakan putrinya tersebut dibawa pulang dan dimakamkan di Kendal, Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 09.00. Pemakaman dilakukan setelah otopsi di RSUP dr Kariadi Semarang, usai ditemukan meninggal Senin (1/6/2020) sekitar pukul 11.30.

Meski menemukan ketidakwajaran, namun Sunari masih belum bersedia mengungkapkan secara detail terkait kematian putrinya tersebut. “Dari pihak kepolisian menyampaikan ada racun. Racunnya jenis apa, katanya masih menunggu proses hasil laboratorium dari kedokteran,” terangnya.

Menanggapi terkait ditemukan surat wasiat di dalam ruangan kamar tempat lokasi meninggalnya putrinya, Sunari mengakui adanya hal tersebut. “Surat wasiat saya gak baca dari mana. Isinya apa saya belum tahu,” katanya.

Baca juga:  Mobilitas Tinggi, Pastikan Administrasi Kendaraan Lengkap

Sunari juga mengaku bertemu dengan teman dekat korban yaitu Sutikno di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, Sunari enggan membeberkan terkait hal ini.”Saya ketemu di rumah sakit. Sebetulnya karena anak saya sudah meninggal, saya sudah ikhlas,” pungkasnya.

Kakak korban, Nur menceritakan sering mendapat cerita dari rekan adiknya. Nur juga menyebutkan, adiknya telah memiliki hubungan dengan laki-laki tersebut.

“Teman Zuli (Panggilan Siti Julaekah, Red) yang sering dicurhati itu cerita sama saya, sering mendapat perlakukan ringan tangan dan diancam. Jadi Zuli ini lebih baik berkorban dari pada keluarga yang jadi korban,” terangnya.

Nur menyebutkan, adiknya tersebut Memiliki hubungan gelap dengan Sutikno meskipun sudah bersuami orang Surabaya. Mereka saling mengenal kurang lebih sejak lima tahun.”Itu kan sudah nikah siri, pokoke sama itu sudah lima tahun. Zuli itu sudah punya suami, tapi kenapa kok bisa sampai kantil, sampai keluar dari pekerjaan juga karena dengan dia (Sutikno), ngetutke ke Semarang. Zuli kan kerjanya di Surabaya,” katanya.

Baca juga:  WNA Perancis Palsukan Dokumen

“Suaminya yang di Surabaya itu sering telpon ke saya, tanya si Zuli sudah sampai Kendal?. Kemudian saya hubungi keluarga di Kendal mengatakan tidak ada. Padahal suaminya cerita pulang Kendal. Gak taunya mandek di Semarang,” terangnya.

Nur juga belum mengetahui secara persis terkait penyebab meninggalnya adiknya. Namun, dari kepolisian, Nur mengatakan diduga akibat racun.”Katanya sih ada racun, cuma racun jenis apa belum tahu, dari hasil lab belum keluar,” jelasnya.

Terkait tulisan surat wasiat, Nur menduga bukan tulisan adiknya.”Kalau melihat penglihatan saya bukan tulisan adik saya. Zuli sudah punya anak sekolah SMA di Kendal,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Iman Sudiyanto mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Saat ini, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan melalui kamera CCTV yang terpasang di dalam hotel. Selain itu, kepolisian juga masih menunggu hasil otopsi dari RSUP dr Kariadi Semarang.

Baca juga:  Buron Enam Tahun, Koruptor Pupuk Bersubsidi Dibekuk

“Hasil Lab masih menunggu empat Minggu. Mungkin meninggal karena racun, tapi itu penyampaian dari pihak Kariadi, bukan saya. Racunnya apa ini masih menunggu hasil laborat. Tapi yang jelas, dikamar itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, menyampaikan kepolisian juga telah mendatangi lokasi penginapan meninggalnya korban untuk melakukan olah TKP. Namun belum ditemukan alat bukti baru, masih sama olah TKP sebelumnya yakni testpack dan sisa makanan. “Makanan sudah dibawa ke Lab, hasilnya juga belum keluar,” katanya. (mha/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya