alexametrics

Tiga Hari Bebas Bersyarat, Kembali Ditangkap Edarkan Narkoba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fajar Christanto, 24, warga Banowati Tengah, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara harus meringkuk kembali ke dalam sel tahanan. Pria yang baru tiga hari keluar dari penjara di Nusakambangan ini ditangkap unit idik 1 Satresnarkoba Polrestabes Semarang terkait peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Fajar diringkus bersama rekannya, Riyan Maulana, 22, warga Jalan Pergiwati Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, dalam sebuah penyergapan saat hendak melakukan transaksi narkoba di depan SPBU Madukoro Semarang Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 16.00.

“Saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan dari dompet pelaku (Riyan) ditemukan ditemukan narkoba jenis sabu seberat 0,2 gram dan serbuk pil ekstasi,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis.

Dari hasil pengembangan, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kos di Jalan Lamongan Barat, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur yang ditempati oleh pelaku Riyan.

Baca juga:  Pria di Semarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Hasil dari penggeledahan ini, petugas berhasil menemukan barang bukti narkoba sebanyak 133 butir Ekstasi warna orange dan sabu-sabu seberat kurang lebih 20 gram serta timbangan digital.”Sedang dari  Fajar  ditemukan HP  yang berisi alamat dan foto lokasi  peletakan narkoba beserta buku catatan rekapan keluar masuk sabu-sabu  maupun ekstasi. Pengungkapan kasus ini masih terus kita kembangkan,” katanya.

Barang bukti lain yang berhasil disita dari tangan pelaku Riyan adalah satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih bernopol H 4124 AH, perangkat alat hisap shabu atau bong. Sedangkan barang bukti dari tangan pelaku Fajar sebuah HP merek VIVO, satu buah HP merek SAMSUNG dan juga satu unit sepeda motor Suzuki FU 150 Nopol BG 2447 IS yang diduga untuk sarana transaksi narkoba.

Baca juga:  Warga Sendang Kulon Semangat Sukseskan TMMD

Kanit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Semarang AKP Eny Suprapti mengatakan dua pelaku yang diamankan tersebut merupakan resedivis. Pelaku Fajar dijebloskan ke Lapas Kelas 1 Semarang alias Kedungpane terkait kasus pengeroyokan dan divonis satu tahun penjara tujuh bulan.

“Keduanya resedivis semua, yang satu resedivis sudah keluar lama. Kalau yang fajar kasus 170, baru menjalani tujuh bulan dan ikut cuti bersyarat, asimilasi itu. Dia masih dalam pengawasan sebenarnya,” katanya.

Lanjut Eny membeberkan, pelaku Fajar keluar dari Lapas tanggal 4 April 2020, dan kembali ditangkap pada tanggal 7 April 2020 terkait narkoba. Rupanya, selama dia menjalani hukuman di dalam penjara juga mengedarkan narkoba.

“Sebenarnya dia (Fajar) di dalam itu sudah beroperasi tanggal 23 Maret sama 1 April 2020 dia memerintahkan si R (Riyan) untuk mengambil barang. Kalau barangnya dari seseorang bernama Bos Genk itu, masih dalam pengejaran,” katanya.

Baca juga:  Ketum KSP Intidana Dihukum 5 Tahun Penjara

Riyan yang berperan sebagai kurir tersebut mengambil narkoba atas perintah Fajar pada tanggal 23 Maret 2020 di suatu alamat sebanyak 155 butir pil ekstasi jenis inek dan sabu 20 gram. Kemudian sudah diedarkan diletakan disebuah alamat dan dikonsumsi sendiri tinggal 133 butir.  Sedang yang sabunya 20 gram sudah diletakan di alamat sebanyak 15 gram.

“Sabunya tinggal sisa 5 gram. Yang kedua tanggal 1 April 2020 itu dia mengambil 20 gram sabu saja, tidak pakai inek, karena masih. Kalau upahnya si Riyan dikasih Rp 1 juta sama memakai,” pungkasnya. (mha/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya