alexametrics

Pemukul Perawat Terancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Budi Cahyono, alias BC, 43, warga Penjaringan, Kelurahan Kemijen Semarang Timur terpaksa berurusan dengan kepolisian. Sebab, pria yang berprofesi sebagai satpam ini melakukan penganiayaan terhadap seorang perawat hanya gara-gara tidak terima ditegur supaya menggunakan masker.

Korbannya berinisial HM, perempuan yang bekerja di Klinik Pratama Dwi Puspita I Jalan Mr Sutan Syahir 258 Kemijen Semarang Timur. Penangkapan tersebut setelah korban mendatangi dan melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke Mapolsek Semarang Timur, Kamis (9/4/2020) lalu. Hingga akhirnya, kepolisian menindaklanjuti pelaporan tersebut dan melakukan penangkapan terhadap pelaku dirumah tinggalnya, pada Sabtu (11/4/2020) malam.

“Kita mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang perawat yang terjadi di klinik Pratama Dwi Puspita. Adanya kejadian ini menjadi atensi kami. Jadi kami tindak lanjut dengan upaya yang cepat, atas nama saudara BC berhasil kita amankan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Maulidin saat di Mapolrestabes Semarang, Minggu (12/4/2020) kemarin.

Baca juga:  Pengendali Ganja di Lapas Diganjar 12 Tahun Penjara.

Setelah dilakukan penangkapan, pelaku digelandang ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah memintai keterangan saksi-saksi kasus tersebut yang berada dilokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan sementara dari saksi, terduga BC ini emosi pada saat diperingatkan oleh perawat yang ada di klinik tersebut untuk menggunakan masker. Dikarenakan kondisi sekarang mengantisipasi mewabahnya virus Covid-19, kita semua diwajibkan untuk menggunakan masker saat beraktifitas,” katanya.

Kejadian ini juga sempat terekam kamera CCTV di dalam Klinik tersebut. Terlihat pelaku berdiri di depan meja pendaftaran perawat atau korban. Setelah tidak terima ditegur, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban dibagian kepala yang sedang duduk di kursi sembari memberikan pelayanan terhadap pengunjung.”Dari korban menyampaikan setelah terjadinya penganiayaan tersebut merasa pusing-pusing dan mual. Dan selanjutnya korban sudah memeriksakan dirinya ke dokter,” jelasnya.

Baca juga:  Pekan Kedua, TNI dan Warga Makin Kompak

Setelah melaksanakan gelar perkara, pelaku ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan dan dilakukan penangkapan dan penahanan. Akibat perbuatanya, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHPidana dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

“Jadi pelaku datang ke tempat tersebut untuk berobat. Pelaku dalam keadaan sadar dan yang bersangkutan saat ini berprofesi sebagai penjaga malam di Sekolah Dasar Sultan Agung IV Kota Semarang,” pungkasnya.

Tersangka Budi mengatakan telah menyesali perbuatanya dan menyampaikan permintaan maaf atas kekhilafannya. Menurutnya, pada waktu tersebut sedang kondisi panik lantaran anaknya mengalami sakit batuk dan panas.

“Mungkin bingung saya dengan kondisi anak saya waktu itu panas dan batuk. Saya disuruh pulang mengambil masker. Tapi saya minta permohonan supaya anak-anak itu diperiksa sebentar saja,” katanya.

Baca juga:  Marak Aksi Pembobolan Warung di Semarang

Terpisah, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna berharap, masyarakat benar-benar mentaati kebijakan pemerintah ditengah pandemi virus korona, salah satunya menggunakan masker. “Jika harus meninggalkan rumah, harus menggunakan masker. Ini merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran virus korona,” imbaunya. (mha/bas)

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya