Terapkan Sidang Online, Tersangka Video Call di Ruang Khusus

567
Jaksa Kejari Kota Semarang sidang secara online berkomunikasi dengan terdakwa di kantornya. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebijakan siding secara daring kembali diperlakukan terhadap perkara tindak pidana umum (Tipidum), mulai tahap II atau serah terima tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum hingga proses persidangan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipaai penyebaran covid 19 atau virus korona di Kota Semarang.

Kebijakan itu ditempuh sebagaimana hasil rapat koordinasi yang dilakukan antara Aparat Penegak Hukum (APH), yang ada di Kota Semarang, mulai Polrestabes Semarang, Kejari Kota Semarang, Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan Lapas Kelas I Kedungpane, Semarang dan Lembaga Pemasyaratan Perempuan (LPP) Semarang, didampingi jajaran masing-masing.

“Serah terima tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana umum dari penyidik, baik Polrestabes Semarang dan Polsek jajaran atau tahap  II, sudah dilakukan secara online sejak 26 Maret kemarin,” kata Kepala Kejari Kota Semarang, Sumurung P. Simaremare melalui Kasi Pidum, Edy Budianto, Jumat (27/3/2020).

Dalam tahap II itu, lanjut Edy, tersangka tidak perlu dihadirkan di Kantor Kejari Kota Semarang. Melainkan cukup melakukan video call dengan aplikasi yang sudah disiapkan. Dengan begitu meniadakan tatap muka yang berpotensi menularkan. Selain inovasi tersebut, pihaknya dan jajaran APH lainnya, per 30 Maret 2020 menerapkan persidangan secara online, sebagaimana hasil koordinasi yang telah disiapkan.

“Sudah dipersiapkan 3 ruang sidang on line di PN Kota Semarang yang terhubung dengan Lapas Kedungpane serta LPP Semarang. Dengan adanya sidang on line tersebut maka terdakwa tidak perlu hadir di tempat persidangan,”jelasnya.

Edy menyampaikan, nantinya terdakwa cukup di ruangan yang dipersiapkan di Lapas tempatnya di tahan. Ia berharap, dengan meniadakan interaksi secara langsung tentunya akan dapat memutus rantai atau setidaknya mengurangi penyebaran Covid 19 di Kota Semarang.

“Inovasi tahap II dan sidang online merupakan respon cepat Kejari Kota Semarang dan APH lainnya. Kami ingin bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat agar penyebaran Covid 19 bisa segera dihentikan dan masyarakat dapat beraktifitas seperti biasanya sebelum adanya covid 19,” imbuh Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Subagyo Gigih Wijaya. (jks/bas)





Tinggalkan Balasan