Eks Aspidsus Kejati Dituntut Tiga Tahun

Kusnin dituntut jaksa gabungan pada giliran pertama di Pengadilan Tipikor Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Eks Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Kusnin dituntut pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan atas perkara dugaan suap dan pemerasan. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejati Jateng dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (18/3/2020).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sulistyono, anggota JPU gabungan Asep Maryono juga menguraikan pertimbangan tuntutan tersebut. Hal-hal memberatkan, terdakwa Kusnin tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, jaksa tidak menemukan alasan pemaaf dan pembenar, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan terdakwa merupakan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh taat hukum. “Hal meringankan terdakwa memiliki tanggungan keluarga, belum pernah dihukum dan sopan di persidangan,” sebut jaksa Asep.

Atas tuntutan itu, Kusnin melalui kuasa hukumnya HD Djunaedy memastikan, akan mengajukan pembelaan atau pledoi pada sidang selanjutnya. Sebelumnya terungkap fakta persidangan adanya pemberian hingga Rp 7 miliar lebih, dalam bentuk dollar Singapura dan dollar Amerika, yang diberikan Direktur Utama (Dirut) PT Suryasemarang Sukses Jayatama (SSJ) Surya Soedarma bin Lie Tjek Jauw kepada pengacaranya Alvin Suherman. Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan lima saksi, di antaranya Surya Soedarma. Kemudian anaknya Claudia Soedarma dan menantunya Hendra Setiawan. Selanjutnya Kasi Eksaminasi dan Eksekusi Pidsus Kejati Jateng Adi Hardiyanto Wicaksono dan staf Alvin, Udin Zaenudin.

Dalam kesaksiannya itu, Surya Soedarma, mengaku memberikan uang ke Alvin, totalnya mencapai Rp 7 miliaran. Uang itu untuk denda, juga fee pengacara. Dikatakannya, saat itu Alvin Suherman mengatakan kepadanya kalau dia (Alvin) yang akan atur sendiri kasus yang menimpa Surya.

“Yang Rp 5 miliar, katanya jaga-jaga untuk denda. Dari majelis hakim diputus Rp 2,5 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Jadi Rp 5 miliar beda sama yang Rp 2,5 miliar, kalau fee pengacara Rp 500 juta, tapi baru saya bayar Rp 400 juta,” kata Surya Soedarma.

Ia mengaku mendapatkan rekomendasi menggunakan Alvin dari teman baiknya, Yihu. “Saya tunjuk Alvin pas Tahap II. Kalau pemberian uang itu dalam bentuk dollar Amerika dan dollar Singapura, supaya lebih simpel, ndak repot. Uang itu, saya serahkan sebagian di Jakarta, ada juga lewat driver, termasuk melalui menantu saya, Hendra. Kurang lebih 3 kali,” akunya. Selain itu, ia juga mendapat surat keterangan kesehatan dari rumah sakit di China dan Jakarta. Kemudian klinik rekanan kejaksaan. (jks/ida/bas)

Tinggalkan Balasan