alexametrics

Ganjal Lubang ATM, Sikat Rp 250 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG,– Tiga pelaku pencurian dengan modus mengganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berhasil diringkus Satreskrim Polrestabes Semarang. Tak tanggung-tanggung, pelaku telah beraksi 17 kali di wilayah Kota Semarang hanya dalam waktu tiga bulan. Aksi yang dilakukan sejak Desember 2019 itu berhasil membawa kabur uang milik para korban mencapai Rp 250 juta.

Tiga pelaku yang ditangkap adalah Agus Sunarko alias Khaelani alias Pak Haji, 56, warga Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Agus terpaksa dipapah menggunakan kursi roda lantaran kakinya tertembus timah panas petugas.

Pelaku lainnya, Dafrisman Mukhlis alias Dafris, 31, warga Sri Penowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pria ini juga bernasib sama. Satu kakinya tertembus peluru. Pelaku ketiga, Saepul Hayat alias Saepul, 45, warga Desa Jatipamor, Kelurahan Jatipamor, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

“Ketiga pelaku kita lakukan tindakan tegas, karena berupaya melarikan diri,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (25/2).

Auliansyah menjelaskan, ketiga pelaku melakukan pencurian dengan modus ganjal ATM. Kasus ini berbersil diungkap dan pelakunya disergap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang di wilayah Pekalongan, Jumat (21/2) sekitar pukul 23.00. “Dari tangan mereka kami mengamankan satu unit mobil dan beberapa handphone, termasuk uang tunai,” katanya.

Baca juga:  Mencari Sandal, Tercebur Sumur Sedalam 25 Meter

Dikatakan, ketiga pelaku mengaku telah melakukan aksinya 17 kali di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Mulai Desember 2019 hingga Februari 2020, mereka berhasil menggasak uang tunai Rp 250 juta. “Uangnya dipakai untuk belanja keperluan mereka,” lanjutnya.

Sejumlah barang bukti yang disita antara lain mobil Toyota Avanza warna hitam nopol B 1593 TRB, uang tunai Rp 2,9 juta, dan enam handphone berbagai merek.

Selain beraksi di ATM SPBU Kaligawe, mereka juga beraksi di ATM Mandiri SPBU Kubro, ATM BCA SPBU Kubro, ATM BNI Kompleks Marina sebanyak dua kali, ATM Mandiri SPBU Kedungmundu, ATM BNI Jalan Kolonel Imam Suparjo, ATM Mandiri SPBU Undip sebanyak dua kali, ATM BNI SPBU Sukun, ATM BNI SPBU Pudak Payung, ATM Mandiri SPBU Pudak Payung, ATM BNI Jalan Karangrejo Banyumaik sebanyak dua kali, ATM BRI Jalan Dr Wahidin, ATM SPBU Mandiri Jalan Kaligarang, ATM Mandiri SPBU Jalan Pamularsih, ATM BCA Indomaret Krapyak, ATM Mandiri SPBU Kedungmundu dan ATM Mandiri SPBU Papros Jalan Simongan Raya.

Pengungkapan ini setelah adanya laporan dari Unir Kholipah, warga Sayung, Demak, yang telah menjadi korban aksi kejahatan ini. Korban mengalami kerugian Rp 11.049.000. Rekening korban dikuras habis oleh komplotan ini. Kejadiannya saat korban akan mengambil uang di mesin ATM Bank Mandiri SPBU Kaligawe, Semarang, Jumat (10/1) sekitar pukul 13.30.

Baca juga:  Nelayan Tambaklorok Semarang Kesulitan Dapat Solar, Ini Kata Pertamina

“Modus operandinya dengan mengganjal lubang kartu mesin ATM. Sehingga korban yang akan menarik uang di mesin ATM mengalami kendala. Pelaku mencari sasaran korban secara acak,” jelasnya.

Dari situlah pelaku memainkan peran masing-masing. Pelaku ada yang berperan seolah-olah ingin membantu kesulitan korban. Ketika korban lengah, mereka menukar kartu ATM korban dengan milik pelaku yang telah disiapkan. Di sinilah, para pelaku terus membujuk rayu untuk bisa mendapatkan nomor PIN dengan memanfaatkan kondisi korban yang sedang panik.

“Pada saat korban kebingunan, seolah-olah menawarkan bantuan dan meminta korban memberitahu nomor PIN-nya. Dari situlah mereka bisa mengetahui nomor PIN ATM korban. Dari keahlian ini mereka bisa menukar kartu ATM yang tersangkut di mesin ATM,” jelasnya.

Selain melakukan aksi di Kota Semarang, mereka juga beraksi di wilayah Solo. Salah satu pelaku merupakan resedivis yang pernah ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pada 2015. Pelaku tersebut tak lain adalah Agus Sunaryo. Saat ini, petugas masih mengejar dua pelaku lain, yakni Amirullah dan Hariri, yang berhasil lolos dalam penyergepan mengendarai mobil Toyota Yaris

Baca juga:  20 Hari Operasi Sikat Jaran Candi, Polda Jateng Amankan 325 Tersangka Kejahatan

“Iya ada resedivis. Kita masih mengejar dua pelaku yang masih DPO. Otak kejahatan ini Amirullah. Setelah berhasil mendapat nomor PIN korban, kemudian pindah ke mesin ATM lain untuk ditransfer,” bebernya.

Tersangka Dafrisman Mukhlis alias Dafris mengakui berperan sebagai pengintip nomor PIN korban yang akan menjadi sasaran. Pihaknya juga menyebutkan otak pelaku kejahatan tersebut dilakukan oleh Amirullah yang telah kabur. Termasuk juga yang merayu korban supaya memberikan nomor PIN.

“Yang ngganjal lubang mesin ATM Amirullah, pakai korek api. Kalau sudah ada warga yang masuk, ketua ini pura-pura membantu, nanti kartu ATM ditukar, Setelah itu, kartu aslinya diambil. Yang dimasukkan ke mesin ATM yang tidak ada isinya. Jadi, sudah menyiapkan kartu ATM banyak,” jelasnya.

Dafris mengatakan, rata-rata yang menjadi tempat sasaran adalah ATM Bank Mandiri. Alasannya, tidak susah untuk melihat PIN. Menurutnya, dengan jarak dua meter tersangka masih bisa mengintip dari luar dengan cara menghafalkan gerakan tangan tombol angka PIN.

“Kebanyakan mesin ATM di SPBU, karena di situ ramai orang hilir mudik tidak timbul kecurigaan dan tidak banyak dijaga petugas,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya