Beranda Berita Hukum dan Kriminal Penyuap Bupati Kudus Dituntut 3 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Kudus Dituntut 3 Tahun Penjara

0
Penyuap Bupati Kudus Dituntut 3 Tahun Penjara

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut terdakwa yang pernah menjabat (Pelaksana tugas) Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Shofian, dengan pidana penjara selama 3 tahun. Tuntutan itu terkait perkara dugaan suap terhadap Bupati M.Tamzil sebesar Rp750 juta melalui ajudan Uka Wisnu Sejati berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/11/2019)

PU KPK, Eva Yustisiana dan Putra Iskandar menilai, terdakwa Akhmad Shofian terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan kesatu, Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Selain pidana penjara, KPK juga menuntut agar terdakwa dijatuhi pidana denda sebesar Rp 150 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

“Menetapkan masa penahanan teedakwa untuk dikurangkan seluruhnya dari hukuman yang dijatuhkan. Serta memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan,” kata PU KPK, Putra Iskandar.

Sebelumnya, Akhmad Shofian didakwa menyuap Bupati Kudus M Tamzil hingga Rp 750 juta. Penyuapan tersebut berkaitan dimaksudkan agar dirinya beserta istrinya bisa dipermudah untuk promosi jabatan.

Suap tersebut dilakukan ke dalam tiga tahap oleh terdakwa. Masing-masing Rp 250 juta. Tahap pertama sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan jabatan terdakwa sendiri dari semula di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kudus ke DPPKAD Kudus. Dari yang tadinya PNS eselon 3B menjadi 3A.

Kemudian tahap kedua sejumlah Rp 250 juta untuk memuluskan jabatan istrinya dari yang tadinya masih PNS eselon 3 menjadi eselon 2. Pemberian ketiga dengan nominal yang sama, Rp 250 juta juga untuk melanjutkan tahap kedua, yakni mengurus jabatan istrinya.Uang suap dengan total Rp 750 juta tersebut tidak diberikan langsung kepada Bupati Kudus HM Tamzil, melainkan lewat dua staf bupati terlebih dulu. (jks/ap)