alexametrics

Oknum PNS Kejari Rembang Korupsi, Dipastikan Ada Perlakuan Istimewa

Artikel Lain

RADARSEMARANG,ID, SEMARANG-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah pastikan tak akan memberikan perlakuan istimewa terhadap tersangka perkara dugaan korupsi pengelolaan dana tilang hingga mencapai Rp 3,25 miliar, yang menjerat staf Tata Usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang nonaktif Adian Nur Cahyo.

Hal itu disampaikan Asisten Tipidsus Kejati Jateng, Dr Ketut Sumedana didampingi Kasi Penkum, Bambang Tejo, saat pelimpahan tahap II kasus itu, dari penyidik Kejari Rembang ke Penuntut Umum Kejati Jateng, Jumat (16/8/2019).

“Tentunya karena tersangka merupakan penegak hukum, hukumannya ada plusnya. Bukan berarti karena di rumah sendiri (internal kejaksaan) kami kasih diskon (hukuman), nggak ada seperti itu,” kata Dr Ketut Sumedana, kepada awak media yang tergabung dalam Pengurus Provinsi Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Jawa Tengah.

Baca juga:  Soal Asmara, Lima Wanita dan Dua Pria Berkelahi

Bahkan secara tegas pihaknya memastikan bakal melakukan penuntutan hukum yang lebih berat sekalipun merupakan PNS kejaksaan. Disampaikannya, penyelewengan itu diperbuat dalam kurun waktu tahun 2015 dan baru diketahui pada 2018 lalu.

Dijelaskannya, dalam kasus itu pelaku Adian mempergunakan hasil korupsinya untuk membeli burung. Karena tersangka memang sering mengikutsertakan peliharaan burungnya untuk kontes.

“Sebelumnya juga lebih dulu dilakukan pemeriksaan oleh bidang pengawasan Kejati Jateng. Pelaku juga sempat melarikan diri dan menjadi DPO selama 3 bulan,” jelasnya.

Atas perbuatan itu, tersangka Adian akan dijerat Pasal 2 dan 3, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ia juga mengaku saat ini pelaku kembali ditahan di Lapas Kedungpane Semarang, selama dua puluh hari kedepan.

Baca juga:  Garang saat Tawuran, Mewek di Kantor Polisi

“Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun,” beber imbuh Bambang Tejo. (jks/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya