Ibu Gendong Bayi Dijambret, Terekam CCTV

380

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebuah peristiwa kejahatan dengan modus penjambretan terjadi di Jalan Badak III Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu (22/7) pagi. Korbannya seorang ibu yang menggendong bayinya. Ironisnya, aksi kejahatan ini terjadi pada pagi hari. Aksi ini terekam kamera CCTV milik warga setempat dan viral di berbagai media sosial (medsos). Pada rekaman video tersebut terlihat korban sedang jalan kaki di jalan perkampungan sambil menggendong bayinya di depan. Sedangkan pelaku sendirian mengendarai sepeda motor mengenakan helm yang awalnya melaju pelan di belakang korban.

Setelah menyalip perempuan tersebut, kemudian pelaku berhenti sejenak sembari tengok kanan kiri yang diduga mengawasi lingkungan sekitar. Kurang lebih berjarak 10 meter, pelaku putar arah balik mendekati korban dan langsung merampas benda di leher yang diduga perhiasan kalung emas.

Korban yang tidak sempat menghalau pun hanya bisa berteriak mencari perhatian warga. Sementara pelaku berhasil kabur membawa barang rampasan milik korban. Pihak kepolisian telah mendengar adanya peristiwa tersebut.

Menanggapi adanya kejadian ini, Kapolsek Gayamsari, Kompol Wahyuni Sri Lestari, mengakui adanya peristiwa tersebut. Namun demikian, pihaknya mengatakan belum ada pelaporan resmi di tempatnya dari pihak korban.

“Belum ada laporan resmi dari korban, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sudah saya cek belum ada,” katanya, Minggu (22/7).

Meskipun demikian, Yuni menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan adanya aksi kejahatan ini yang terjadi di wilayah hukum Polsek Gayamsari. Pihaknya juga telah memerintahkan anggotanya untuk mencari barang bukti berupa rekaman kamera CCTV tersebut.

“Tim opsnal sudah saya perintahkan untuk cek TKP, dan mencari CCTV milik warga,” bebernya.

Video yang diposting warga ke media sosial tersebut juga dibanjiri tanggapan komentar. Bahkan ada yang yang menimpali komentar, setidaknya sudah terjadi lima kali kejadian serupa. Sementara, menurut Yuni, tempat kejadian perkara tersebut sering disambangi dan dipatroli anggotanya setiap saat. (mha/aro)