Hendi Sebatas Beri Petunjuk

Dugaan Korupsi Kolam Retensi Muktiharjo Kidul Rp 33,7 M

326
KETERANGAN TERDAKWA: Sidang pemeriksaan empat terdakwa kasus dugaan korupsi kolam Retensi Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KETERANGAN TERDAKWA: Sidang pemeriksaan empat terdakwa kasus dugaan korupsi kolam Retensi Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
 KETERANGAN TERDAKWA: Sidang pemeriksaan empat terdakwa kasus dugaan korupsi kolam Retensi Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KETERANGAN TERDAKWA: Sidang pemeriksaan empat terdakwa kasus dugaan korupsi kolam Retensi Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1) kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi (Hendi) hanya memberikan petunjuk mengenai penyelesaian pembayaran atas proyek pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan 2014. Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan 4 terdakwa atas kasus dugaan korupsi proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1) kemarin.

Keempat terdakwa itu Kepala Dinas PSDA-ESDM Pemkot Semarang nonaktif, Nugroho Joko Purwanto; pensiunan PNS Dinas PSDA-ESDM Pemkot Semarang, Rosyid Hudoyo; konsultan pengawas proyek, Imron Rosyadi; dan Konsultan Teknik sekaligus Direktur CV Prima Design, Tyas Sapto Nugroho di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (21/1).

Dalam keterangannya, Nugroho Joko menyatakan bahwa berdasarkan usulan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) disebutkan bahwa pekerjaan sudah mencapai 97 persen, namun kenyataannya progres pembangunan baru mencapai 73 persen. Karena itulah, Wali Kota Hendi memberikan petunjuk kepada pihaknya agar membayar hasil pekerjaan yang menguntungkan negara.