Sebelas Jabatan segera Dilelang

Gubernur: Terbuka Bagi Siapapun

152
”Sudah menjadi tradisi kita untuk rekrutmen dengan promosi terbuka atau terkenalnya lelang jabatan, maka akan kita lakukan seperti itu,” Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
”Sudah menjadi tradisi kita untuk rekrutmen dengan promosi terbuka atau terkenalnya lelang jabatan, maka akan kita lakukan seperti itu,” Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 11 jabatan tinggi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah akan dilelangkan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pendaftaran lelang jabatan ini akan dibuka sekitar Minggu depan.  ”Sudah menjadi tradisi kita untuk rekrutmen dengan promosi terbuka atau terkenalnya lelang jabatan, maka akan kita lakukan seperti itu,” ujar gubernur kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Seperti biasanya, lelang jabatan akan dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh siapapun dan dari daerah manapun. Dalam hal ini gubernur mendorong mereka yang memiliki bakat untuk turut serta dalam seleksi ini.

”Saya sudah minta mereka yang berkarir dari dalam untuk dilakukan talent scouting. Atau barangkali kalau ada yang lain ingin masuk kami perbolehkan,” ujarnya sambil menambahkan bahwa ada beberapa dari provinsi lain yang menanyakan mengenai lelang jabatan ini. Beberapa dari kabupaten/kota juga sudah menyatakan ikut serta.

Gubernur menekankan seleksi akan dilakukan secara ketat oleh panitia seleksi dari kalangan profesional. Hal yang masih menjadi pertimbangan utama dalam seleksi ini adalah mengenai integritas. ”Kemudian kompetensi dan pengalaman, memiliki konsepsional dalam mengelola. Ada leadership serta manajerial yang baik,” tegasnya.

Termasuk, lanjut dia, mengenai relasi sosial calon kandidat. Rekam jejak calon dengan bawahannya, atasannya bahkan dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya akan ditelusuri. ”Dengan penilaian itu, diharapkan orang yang kami pilih adalah orang yang punya relasi sosial baik dan nantinya tidak ada persoalan,” jelasnya.

Ganjar menambahkan, dibutuhkan orang yang memiliki terobosan dan keberanian dalam memimpin organisasi. Utamanya keberanian mengambil keputusan beserta risikonya pada situasi darurat.

”Orang-orang yang bisa memitigasi persoalan dan menghitung betul risiko yang ada. Kalau tidak, nanti persoalan lagi-lagi mengerucut ke saya. Saya tidak mau ada pejabat yang minta petunjuk, saya ingin mereka memberikan alternatif keputusannya apa,” tegasnya.

Sejauh ini, pejabat terpilih hasil lelang sebagian besar dapat bekerja dengan baik. Meski masih ada beberapa yang perlu dorongan. Gubernur biasa memberi waktu satu tahun untuk membuktikan kemampuan mereka. Jika tidak dapat menjalankan tugas, harus siap mengundurkan diri. ”Kami tidak akan memberikan waktu lama-lama, kalau tidak bisa ya siap-siap saja (mengundurkan diri),” katanya. (sga/aro)