Ganjar-Heru Saling Minta Maaf

Pembangunan SDM Jadi Prioritas

2370
GUBERNUR GAUL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto selfie dengan para siswa usai upacara bendera HUT ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, kemarin. (kiri) Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko melakukan salam komando. (Adityo Dwi/ Jawa Pos Radar Semarang)
GUBERNUR GAUL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto selfie dengan para siswa usai upacara bendera HUT ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, kemarin. (kiri) Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko melakukan salam komando. (Adityo Dwi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peringatan hari ulang tahun Jawa Tengah ke-68 menjadi peringatan terakhir di masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Momen ini dimanfaatkan Ganjar–Heru untuk saling minta maaf atas kesalahan selama berkolaborasi membangun Jawa Tengah.

Usai memimpin upacara bendera di Lapangan Pancasila Semarang, Ganjar Pranowo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada wakil gubernur yang selama ini dinilainya sangat luar biasa dalam mendampinginya. Selama lima tahun, dengan kesamaan nilai, Ganjar-Heru berjalan bersama mencapai sejumlah keberhasilan dalam melaksanakan program-program di Jateng.

”Bisa dicek di seluruh media, tidak pernah ada konflik antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Kami ingin memberikan contoh bahwa kami tidak pernah berkonflik, apalagi rebutan jabatan, kewenangan, uang. Maaf tidak ada,” ujarnya. ”Mudah-mudahan selanjutnya kultur ini tetap bisa berjalan,” imbuhnya.

Mengemban amanah bersama Heru selama lima tahun, Ganjar menyadari masih ada kekurangan yang harus diperbaiki ke depannya. Untuk itu, selain kepada Heru, Ganjar juga meminta maaf kepada masyarakat Jateng.

Ke depan, bersama Taj Yasin Maimoen, Ganjar akan melakukan lompatan dalam mencapai kesejahteraan masyarkat. Pembangunan SDM menjadi fokus utama Ganjar Pranowo dalam kepemimpinan di periode selanjutnya.  Dalam hal ini, bidang pendidikan akan semakin digenjot olehnya. Terutama pendidikan karakter. Ganjar ingin, anak-anak Jateng memiliki unggah-ungguh, cinta dan hormat kepada orangtua serta pemimpinnya.

”Dalam hal ini, kapasitas pendidik akan kita dorong dan kultur pendidikan akan kita bangun. Sehingga nilai-nilai keindonesiaan dan Pancasila bisa masuk kepada mereka. Prinsipnya dua pembangunannya harus inklusif dan berkualitas. Didasarkan pada pemerintahan bersih dan melayani,” paparnya.