Segera Bangun Pasar Kampung Bahari

3433
DUKUNG PEMBANGUNAN: Wali Kota Semarang menerima kunjungan Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR di Ruang VIP Kantor Wali Kota Semarang, kemarin. (Humas Pemkot For Jawa Pos Rase)
DUKUNG PEMBANGUNAN: Wali Kota Semarang menerima kunjungan Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR di Ruang VIP Kantor Wali Kota Semarang, kemarin. (Humas Pemkot For Jawa Pos Rase)

SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendirikan pasar tradisional berlantai dua di kawasan Kampung Bahari Tambaklorok Semarang. Proses pembangunan akan dimulai 2017 ini, secara multiyears dilanjut hingga 2018.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina Farida bersama anggota Komisi V DPR RI, Sujadi, melakukan audiensi bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, untuk memastikan terkait pembangunan pasar tradisional di Kampung Bahari tersebut. ”Pembangunan akan dilakukan multiyears, rencananya dimulai 2017, dilanjutkan 2018,” kata Rina Farida saat melakukan audiensi di ruang VIP Wali Kota, kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (2/2) kemarin.

Dikatakannya, Detail Engineering Design (DED) pembangunan pasar tradisional berlantai dua di kawasan Tambaklorok ini telah selesai. ”Kami berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan di Tambaklorok. Sehingga pembangunan pasar nanti bisa sinkron,” katanya.

Pembangunan pasar ini bertujuan mendukung kawasan wisata Kampung Bahari. Adanya pasar tradisional tersebut, pedagang dan pembeli bisa nyaman. Pasar ini nantinya memiliki ciri khas yang diunggulkan di Kota Semarang. ”Tentunya produk-produk hasil laut yang diunggulkan,” katanya.

Rina mengaku telah memetakan master plan untuk kawasan Tambaklorok. Termasuk kebutuhan dibangunnya pasar ikan di kawasan tersebut. Sehingga bisa mengembangkan komoditas hasil laut. ”Pasar ini akan menampung para nelayan dan pedagang ikan. Tentunya, diprioritaskan bagi nelayan di kawasan setempat. Anggaran tahun ini kurang lebih Rp 20 miliar,” katanya.

Anggota Komisi V DPR RI, Sujadi mengatakan, pihaknya mengaku akan berusaha memperjuangkan usulan-usalan yang disampaikan Wali Kota Semarang. ”Kami berusaha memperjuangkan agar Semarang lebih berkembang,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan pasar tradisional di Kampung Bahari Tambak Lorok menggunakan sistem anggaran multiyears. Total anggaran diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. ”Untuk tahun ini, Rp 20 miliar sudah siap. Kami juga telah menyampaikan bahwa pembebasan lahan telah selesai seminggu lalu,” katanya.

Sehingga Kementerian PUPR bisa memastikan untuk proses lelang. Dia berharap, peningkatan infrastruktur secara bertahap melalui pembangunan Kampung Bahari bisa mengurangi wilayah kumuh. ”Selain pembangunan pasar, juga akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kawasan permukiman,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, pembangunan di Kota Semarang perlu dilakukan menggunakan sistem keroyok. Sehingga tidak terpaku hanya menggunakan dana pemkot saja. Sebab, APBD Pemkot Semarang sangat terbatas. Jika hanya mengacu APBD saja, maka tidak akan ada akselerasi pembangunan. ”Maka kami menginstruksikan agar SKPD bisa masuk ke kementerian,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, nanti diberlakukan pembagian zona pedagang di pasar tradisional Kampung Bahari tersebut. Di lantai 1, diperuntukkan komoditas daging dan ikan. ”Sedangkan lantai 2, diperuntukkan bagi pedagang buah-buahan dan sayur-mayur serta kebutuhan pokok,” katanya.

Selain membicarakan pembangunan Pasar Tambaklorok, juga dibicarakan kepastian pembangunan rumah tidak layak huni dan Ruang Terbuka Hijau di Semarang di 2017. Hendi menginginkan sejumlah program Pemkot Semarang bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Mulai dari normalisasi Sungai Beringin, percepatan Banjir Kanal Timur (BKT), Rusunawa, pengembangan Kota Lama, hingga proyek penyedian air bersih di Jatibarang. (amu/ida/ce1)